KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Sistem pembayaran digital di Kalimantan Timur menunjukkan tren yang makin kuat. Data dari Bank Indonesia Kaltim mencatat bahwa infrastruktur sistem pembayaran non tunai yang diselenggarakan BI, khususnya BI-FAST, kini menjadi pilihan utama masyarakat dalam bertransaksi.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kalimantan Timur, Budi Widihartanto, mengungkapkan bahwa sistem pembayaran non tunai saat ini terdiri dari tiga komponen utama, yaitu Real Time Gross Settlement (RTGS), Sistem Kliring Nasional BI (SKNBI), dan BI-FAST. Masing-masing sistem melayani segmen transaksi yang berbeda.
“RTGS digunakan untuk transaksi bernilai besar secara real-time, SKNBI untuk transfer menengah dengan penyelesaian di hari yang sama, dan BI-FAST dirancang untuk transaksi ritel bernilai kecil hingga menengah yang real-time dan berbiaya terjangkau,” jelas Budi.
Menurutnya, sejak diperkenalkan pada 2022, BI-FAST mengalami lonjakan pertumbuhan pesat. Hal itu tampak dari capaian triwulan I 2025, di mana transaksi melalui infrastruktur sistem pembayaran Bank Indonesia mencapai nominal Rp109,2 triliun, tumbuh 16,48 persen (year-on-year/yoy). Meski lebih rendah dibandingkan triwulan IV 2024 yang tumbuh 23,66 persen yoy (Rp142,5 triliun), volume transaksi justru meningkat.
“Volume transaksi tumbuh 57,72 persen yoy menjadi 24,4 juta transaksi pada triwulan I 2025. Ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 55,31 persen di triwulan sebelumnya,” ungkapnya.
Namun secara jumlah, volume transaksi turun tipis dari 24,8 juta pada akhir 2024 menjadi 24,4 juta di awal 2025. Meski begitu, tren menunjukkan bahwa masyarakat semakin beralih ke BI-FAST sebagai sistem pembayaran utama.
“Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan signifikan pada transaksi BI-FAST. Sementara RTGS dan SKNBI justru mencatatkan penurunan baik dari sisi nominal maupun volume. Ini mencerminkan pergeseran preferensi masyarakat terhadap sistem pembayaran yang lebih cepat, mudah diakses, dan murah,” terang Budi.
Dari total nominal transaksi sistem pembayaran, BI-FAST menyumbang Rp60,14 triliun atau 55 persen dari keseluruhan transaksi. Sedangkan dari sisi volume, dominasi BI-FAST makin mencolok: sebanyak 24,2 juta transaksi tercatat melalui sistem ini, atau sekitar 99 persen dari total volume transaksi digital yang diproses melalui Bank Indonesia. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo