Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Permen Kayu Manis Buatan Ibu Rumah Tangga Ini Tembus Minimarket dan Hati Konsumen

Raden Roro Mira Budi Asih • Kamis, 31 Juli 2025 | 10:09 WIB

Jajanan tradisional yang diproduksi Elly eksis sejak 2007. Pasarnya pun cukup luas di Berau.
Jajanan tradisional yang diproduksi Elly eksis sejak 2007. Pasarnya pun cukup luas di Berau.

KALTIMPOST.ID, TANJUNG REDEB – Di tengah menjamurnya camilan kekinian yang hadir dalam berbagai rasa dan bentuk, satu nama justru tetap bertahan dengan kesederhanaan dan sentuhan nostalgia. Adalah Permen Kayu Manis Berkah Mandiri.

Diproduksi secara manual dari dapur rumah, jajanan lawas tersebut sudah eksis sejak 2007 dan terus dijaga eksistensinya oleh sang pemilik, Ellyana. Usaha bermula dari kebutuhan sederhana.

Baca Juga: PT KKT Soroti Laporan Keuangan dan Manajemen Risiko, Kenapa Ya?

“Waktu itu anak saya masih TK, dan sekolahnya melarang siswa jajan di luar pagar. Yayasan memberi kesempatan bagi orangtua yang punya usaha makanan untuk titip jualan di sekolah,” ujar perempuan kelahiran Berau tersebut.

Dia pun mencoba menitipkan jajanan anak seperti permen kayu manis dan camilan manis lainnya ke kantin sekolah. Selain untuk mengisi waktu luang, aktivitas itu juga jadi cara untuk tetap produktif sambil mengurus anak-anak di rumah.

Jajanan khas buatannya ternyata cukup diminati. Tak hanya oleh anak-anak sekolah, tapi juga oleh konsumen dewasa yang rindu rasa jajanan masa kecil. Perempuan yang biasa disapa Elly itu pun mulai memperluas pemasaran ke warung-warung dan beberapa kantin sekolah lainnya.

Namun titik balik baru terjadi pada 2017. Saat itu, dia diajak pihak kelurahan untuk mengikuti pelatihan pembuatan PIRT (Produksi Industri Rumah Tangga). “Saya mulai mengurus izin resmi usaha. Dulu jualannya ya asal titip aja. Tapi 2017 saya baru fokus dan serius kembangkan,” ucap ibu empat anak itu.

Dengan legalitas usaha yang jelas, Elly mulai memberanikan diri menawarkan produknya ke minimarket. Hasilnya? Produk Berkah Mandiri kini sudah tersebar di belasan titik pemasaran di Tanjung Redeb dan sekitarnya.

Meski sudah masuk minimarket, proses produksi Berkah Mandiri masih dilakukan secara sangat tradisional. Tak ada mesin canggih, apalagi pengawet makanan. Semua dibuat dari bahan alami, dengan cita rasa yang konsisten dan khas.

“Kalau stok di toko sudah menipis atau ada pesanan dari pre order, baru saya produksi. Biasanya seminggu dua kali, bisa juga seminggu sekali. Tergantung pesanan dan stok. Sekali produksi permen kayu manis, bisa sampai 150 kemasan,” jelas perempuan kelahiran 1972 itu.

Dia juga tak pernah khawatir soal bahan baku. Selama permintaan ada, bahan selalu tersedia. Yang menjadi tantangan justru dari sisi tenaga produksi. “Saya dibantu keluarga. Tapi karena ini masih manual, jadi memang terbatas tenaganya. Kadang kewalahan kalau musim liburan dan banyak kunjungan,” tuturnya.

Diakui jika tenaga sudah pasti ada. Namun proses produksi yang masih tradisional dan butuh keterampilan, membuat jajanan itu jarang dilirik untuk dikembangkan.

Meski generasi muda kini cenderung tertarik pada snack modern dan viral, Elly tetap setia dengan jalurnya, mempertahankan jajanan tradisional. “Permen kayu manis ini memang jadul. Tapi alhamdulillah pasarnya masih ada. Apalagi di sini (Tanjung Redeb), itu cuma saya yang jual,” bebernya.

Dia menyadari, generasi penerus mungkin tidak terlalu tertarik untuk melanjutkan usaha sejenis karena prosesnya yang cukup rumit dan hasilnya tak semewah bisnis makanan modern. Namun baginya, ada nilai penting dalam mempertahankan rasa-rasa lama.

“Saya ingin olahan tradisional seperti ini tetap ada. Meski sederhana, tapi punya rasa dan kenangan,” ucapnya penuh harap.

Elly mengakui, ke depan dia ingin memperluas jangkauan pasarnya. Tapi tantangan terbesarnya tetap pada tenaga kerja dan proses produksi yang masih menyatu dengan dapur rumah. “Kalau bisa sih punya tempat produksi sendiri, khusus, supaya lebih efisien. Tapi ya pelan-pelan. Namanya juga usaha rumahan,” ucapnya.

Baca Juga: KKT Percepat Transformasi Terminal Menuju 500.000 TEUs, Dukung Konektivitas Menuju IKN

Dalam kegiatan pengembangan UMKM, dia juga aktif mengikuti penggalakkan dari dinas-dinas terkait. Dia menyambut baik dukungan terhadap usaha kecil, terlebih jika ada pelatihan atau fasilitasi untuk pengembangan legalitas dan pemasaran.

Meski sederhana, Berkah Mandiri milik Elly adalah bukti bahwa usaha kecil yang dikerjakan dengan ketekunan bisa tumbuh perlahan dan bertahan. Permen kayu manis buatannya bukan sekadar jajanan, tapi warisan rasa yang membawa kenangan masa kecil banyak orang. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#kayu manis #Jajanan Jadul #camilan kekinian