Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Jadi Pelopor Buah Tangan Topi Batik Berau, Ina Konsisten Jaga Kualitas

Raden Roro Mira Budi Asih • Jumat, 8 Agustus 2025 | 16:50 WIB
LOKAL: Permintaan topi batik buatannya diakui cukup banyak di Berau. Bahkan juga dikirim hingga ke luar Kalimantan. Ina fokus jaga kualitas.
LOKAL: Permintaan topi batik buatannya diakui cukup banyak di Berau. Bahkan juga dikirim hingga ke luar Kalimantan. Ina fokus jaga kualitas.

KALTIMPOST.ID, BERAU – Berawal dari hobi menjahit di rumah sejak 2017, kini Fransiska Inawati sukses mengembangkan Dekorinn, dengan produk topi berbahan batik lokal.

Produknya itu kini telah tersedia di berbagai titik strategis seperti Bandara Kalimarau hingga dua titik galeri.

“Saya memang dari dulu suka jahit, awalnya hanya permak baju tetangga. Tapi waktu ada pelatihan dari perusahaan tempat suami saya bekerja sekitar tahun 2020 atau 2021 gitu saya lupa, saya diajak. Di situlah titik awal saya berpikir, kenapa nggak bikin produk sendiri,” ujar perempuan yang biasa dipanggil Ina itu.

Pelatihan itu ditujukan untuk para istri karyawan agar bisa memulai usaha mikro secara mandiri. Dari pelatihan tersebut, Ina mendapat dorongan untuk membuat produk unik yang punya ciri khas lokal. Dia pun memutuskan mengolah batik Berau menjadi topi dan tas.

“Saya lihat belum ada yang bikin topi dari batik. Biasanya kan hanya baju atau kain. Jadi saya coba bikin topi dari batik, ternyata banyak yang suka,” ujarnya.

Produk utama Dekorinn saat ini adalah topi batik, meski sebelumnya Ina juga memproduksi home decor seperti sarung bantal dan taplak meja. Namun karena permintaan topi lebih tinggi dan produksinya lebih efisien, dia kini fokus ke produk tersebut.

Untuk bahan baku, Ina tidak memproduksi batik sendiri, namun bekerja sama dengan para pembatik lokal di Berau. “Saya paling sering ambil dari Putri Maluang Batik, tapi ada juga dua pembatik lain yang biasa saya ambil. Jadi selain mendukung produk saya sendiri, saya juga bantu pasarkan hasil batik lokal,” ungkapnya.

Saat awal memasarkan produknya, Ina hanya mengandalkan Facebook pribadi. Dia memposting foto produk dan menerima pesanan dari kenalan. Lambat laun, produk Dekorinn mulai dikenal, apalagi setelah Ina rajin ikut pameran dan bazar UMKM.

“Kadang ada wisatawan dari Jakarta beli topi di sini, terus pas pulang mereka pesan lagi via WA. Sudah beberapa kali kirim ke luar daerah,” ujar perempuan kelahiran 1983 itu.

Selain pelanggan individu, produk Dekorinn juga pernah dipesan dalam jumlah banyak oleh instansi dan panitia event lokal. Saat pesanan membludak, Ina biasanya mengajak penjahit tambahan untuk membantu produksi. Namun dalam kesehariannya, dia tetap mengerjakan sendiri, dari pemotongan kain hingga penjahitan akhir.

Produk Dekorinn memiliki harga bervariasi tergantung jenis dan ukuran topi. Untuk topi standar dibanderol mulai Rp110 ribu, sementara topi bertepi lebar bisa mencapai Rp260 ribu. Meskipun harga berbeda, kain batik yang digunakan tetap seragam agar kualitas dan kesan elegan tetap terjaga.

Ina juga mengaku bahwa pasar topi batik masih sangat terbuka. “Di Berau saja belum banyak yang produksi topi batik. Rata-rata fokus di pakaian. Jadi ini peluang buat saya,” jelasnya.

Dia mengaku belum berniat ekspansi ke luar kota seperti Samarinda atau Balikpapan dalam waktu dekat. Fokusnya masih untuk memenuhi permintaan di Berau karena pasarnya sangat bagus. Namun, dia terbuka untuk kerja sama dengan pihak luar jika ada peluang distribusi lebih luas.

“Saya memang belum binaan dinas, tapi aktif ikut program dari perusahaan suami. Kalau ada event atau pelatihan dari dinas, saya juga ikut. Sekarang fokusnya memperkuat brand dan terus jaga kualitas,” pungkasnya. (*) 

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#berau #batik #Jaga Kualitas #topi #umkm #menjahit