Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Dorong Ketahanan Pangan di Kampung Pelita, ITK Kenalkan Budidaya Ikan Lele dengan Teknologi Bioflok

Oktavia Megaria • Senin, 11 Agustus 2025 | 14:34 WIB

KETAHANAN PANGAN : Perwakilan ITK menggelar kegiatan sosial mendorong ketahanan pangan masyarakat.
KETAHANAN PANGAN : Perwakilan ITK menggelar kegiatan sosial mendorong ketahanan pangan masyarakat.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Institut Teknologi Kalimantan (ITK) kembali melaksanakan kegiatan sosial dengan pendanaan program Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA) 2025.

Lewat program milik Kementerian Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Kemendikti) ini, tim yang diisi oleh dosen dan mahasiswa, menggelar kegiatan sosial demi mendorong ketahanan pangan masyarakat Kampung Pelita, Balikpapan.

Kegiatan tersebut mengusung tajuk Integrasi Teknologi Bioflok, Energi Terbarukan dan Inovasi Olahan Produk untuk Mendukung Budidaya dan Ekonomi Ikan Lele di Kampung Pelita, Sumbe Rejo, Balikpapan. Yang mana difokuskan kepada Kelompok Pelaksana Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) di kampung tersebut.

“Kegiatan utamanya adalah budidaya ikan lele dengan teknologi bioflok dan energi terbarukan,” kata Ketua Tim Pelaksana Luh Putri Adnyani. Dia menjelaskan, bioflok merupakan teknik budidaya ikan berbasis pada pemanfaatan mikroorganisme untuk mengolah limbah organik.

Utamanya senyawa nitrogen, menjadi flok (gumpalan mikroba) yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan alami. Sistem ini, lanjutnya, dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi pakan, menjaga kualitas air, serta mengurangi pencemaran lingkungan selama proses budidaya.

Sistem aerasi menjadi komponen penting dalam metode bioflok, karena menjaga ketersediaan oksigen terlarut yang dibutuhkan oleh mikroorganisme dan ikan. Untuk menjamin kontinuitas operasional aerator, sistem tersebut ditopang oleh Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi terbarukan.

KETAHANAN PANGAN : Perwakilan ITK gelar kegiatan sosial demi dorong ketahanan pangan masyarakat.
KETAHANAN PANGAN : Perwakilan ITK gelar kegiatan sosial demi dorong ketahanan pangan masyarakat.

Panel surya yang digunakan dirancang untuk memenuhi kebutuhan listrik aerator selama siang dan malam hari, sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap listrik PLN serta mendukung keberlanjutan sistem secara mandiri.

Penelitian ini diawali dengan acara pembukaan di Posyandu RT 10, Kampung Pelita. Turut hadir Lurah Sumber Rejo, Ketua LPM Sumber Rejo, RT 10 Kampung Pelita, RT 50 Kampung Pelita dan anggota Masyarakat yang tergabung dalam UP2K Kampung Pelita dan masyarakat umum.

Pada kesempatan itu, Luh memaparkan tujuan utama kegiatan yakni meningkatkan ketahanan pangan masyarakat dengan budidaya ikan lele. Serta, meningkatkan perekonomian dengan inovasi olahan lele menjadi surimi dan empek-empek dari kulit lele, dan mencegah stunting melalui pembuatan abon dari tulang ikan lele.

“Tiga produk olahan ini juga dicoba oleh seluruh peserta yang hadir di acara pembukaan,” tambahnya. Dalam kegiatan tersebut, peserta dibekali cara melakukan pengolahan ikan lele menjadi beberapa variasi produk, dilanjutkan dengan demo oleh peserta dari ikan lele segar menjadi produk surimi.

Surimi merupakan produk hasil perikanan yang terbuat dari daging ikan yang dihaluskan hingga membentuk seperti pasta. “Surimi ini berupa produk setengah jadi yang dapat digunakan dalam pembuatan produk selanjutnya, antara lain fishcake, otak-otak, pempek, bakso, kamaboko, dan masih banyak lagi,” katanya.

Saat ini, sambung Luh, tim ITK sedang melanjutkan konstruksi kolam lele. Di mana, PLTS sudah terpasang dan nantinya akan dilanjutkan dengan penyebaran benih ikan lele.

Dengan adanya program ini, pihaknya berharap masyarakat Kampung Pelita, khususnya anggota UP2K Kampung Pelita mampu menjadi motor penggerak ekonomi keluarga. “Juga bisa mendukung kemajuan desa melalui dari budidaya lele sampai ke pengolahan ikan lele menjadi produk yang memiliki nilai tambah,” pungkasnya. (*)

Editor : Muhammad Rizki
#bioflok #ITK #institut teknologi kalimantan #balikpapan