KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Bank Indonesia (BI) mencatat tren positif penggunaan uang elektronik (UE) di Kalimantan Timur pada awal tahun ini. Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Kaltim Budi Widihartanto menyampaikan, baik dari sisi nominal maupun volume, transaksi UE tetap tumbuh meski laju pertumbuhannya sedikit melambat dibandingkan akhir 2024.
“Transaksi Uang Elektronik (UE) mengalami pertumbuhan positif baik dari sisi nominal maupun volume. Pada triwulan I tahun 2025, nominal transaksi UE tumbuh 33,87 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan triwulan IV 2024 yang tumbuh 38,59 persen (yoy)," jelasnya.
Nominal transaksi UE triwulan I tahun 2025 tercatat Rp1,98 triliun, atau lebih rendah dibandingkan dengan triwulan IV tahun 2024 yang tercatat Rp2,02 triliun.
Dari sisi volume, peningkatan juga masih terjadi. “Volume transaksi UE juga mengalami pertumbuhan sebesar 54,3 persen (yoy), atau lebih rendah dibandingkan dengan triwulan IV 2024 yang tumbuh 54,8 persen (yoy)," ungkapnya.
Volume transaksi UE triwulan I tahun 2025 tercatat 19,50 juta transaksi, atau lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan IV tahun 2024 yang tercatat 19,18 juta transaksi.
Budi menjelaskan, pertumbuhan transaksi UE baik secara nominal maupun volume didukung oleh terus meningkatnya jumlah akun yang terdaftar.
“Selain nominal dan volume, jumlah akun uang elektronik juga melanjutkan tren pertumbuhan yang positif pada periode laporan. Pertumbuhan jumlah akun UE triwulan I tahun 2025 tercatat 29 persen (yoy), atau lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan IV 2024 yang tumbuh 28,2 persen (yoy)," kata Budi.
Jumlah akun UE triwulan I tahun 2025 tercatat 5,28 juta akun, atau lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan IV tahun 2024 yang tercatat 4,99 juta akun. Menurutnya, perkembangan itu tidak lepas dari semakin luasnya penggunaan kanal pembayaran nontunai ritel di berbagai sektor.
“Pertumbuhan transaksi dan jumlah akun UE sejalan dengan terus tumbuhnya pembayaran menggunakan kanal nontunai ritel untuk transaksi di pusat perbelanjaan, transportasi, dan jalan tol di wilayah Kaltim,” tutup Budi. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo