KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Timur bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim serta Balai Guru dan Tenaga Kependidikan meluncurkan modul ajar Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah, Kebanksentralan, Digitalisasi Sistem Pembayaran untuk siswa SMA/SMK.
Modul itu menjadi panduan belajar untuk memperkuat literasi keuangan dan digital di kalangan pelajar. Deputi Kepala Perwakilan BI Kaltim Agus Taufik menyebut peluncuran itu merupakan buah kerja keras selama delapan bulan terakhir bersama 30 tenaga pengajar di wilayah Kaltim.
“Momen ini sangat berarti bagi kami, terutama BI, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim, serta Balai Guru dan Tenaga Kependidikan,” ujarnya, Jumat (15/8).
Agus menjelaskan, modul ajar dihadirkan untuk mempercepat pemahaman siswa mengenai keuangan, khususnya di era digital. Tidak hanya menanamkan rasa cinta dan paham rupiah, modul itu juga membekali siswa keterampilan dalam pembayaran digital.
“Dengan modul ini, kami berharap siswa tidak hanya paham CBP Rupiah, tapi juga cakap dengan pembayaran digital di era ini,” tegasnya.
Terdapat tiga modul utama yang diluncurkan, yakni modul tentang kebanksentralan, modul sistem pembayaran dan modul CBP Rupiah. Ketiganya disusun secara komprehensif untuk memudahkan guru menyampaikan materi kepada siswa.
Menurut Agus, penyusunan modul melibatkan diskusi intensif, uji coba, hingga penyesuaian materi agar relevan dengan kebutuhan pembelajaran. “Kami meyakini bahwa modul ajar tersebut akan menjadi bekal guna terus meningkatkan literasi keuangan dan literasi digital yang sangat pesat akhir-akhir ini,” jelasnya.
Upaya itu juga selaras dengan visi pembangunan daerah yang tertuang dalam Astacita Nasional, yang menekankan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan berkualitas dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
BI Kaltim berharap modul tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh sekolah-sekolah di seluruh provinsi. “Partisipasi dan peran semua pihak sangat penting dalam mendukung upaya pemerintah untuk memperluas literasi keuangan dan digital,” pungkas Agus. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo