KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Peran perempuan dalam momentum peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia semakin ditekankan sebagai penggerak ekonomi bangsa.
Perempuan tidak lagi hanya berperan di balik layar, tetapi juga didorong untuk tampil ke permukaan, memimpin usaha, hingga menembus pasar nasional dan global.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kaltim, Noryani Sorayalita, mengatakan, perempuan memiliki peran strategis yang bisa membawa perubahan signifikan.
“Apalagi dengan tantangan global saat ini, kita tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan di daerah, tapi juga harus berkolaborasi, baik untuk pemenuhan bahan baku maupun distribusi produk,” ungkapnya, baru-baru ini.
Selain itu, perempuan juga harus bergabung dalam wadah atau organisasi khusus yang mampu mendorong kompetensi tersebut.
Sebagai contoh Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Kalimantan Timur. Organisasi ini diharapkan dapat menjadi ajang berbagi gagasan, memperkuat jejaring, serta melahirkan pengusaha perempuan yang inovatif.
Ia menambahkan, Iwapi yang sudah berusia 50 tahun menjadi momentum untuk melahirkan pengusaha perempuan muda yang berani berinovasi dan menambah variasi usaha. “Sekarang saatnya perempuan muncul ke permukaan, menunjukkan eksistensinya bahwa mereka tidak kalah dengan laki-laki,” tegasnya.
Noryani juga menyoroti fakta bahwa banyak usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dioperasikan perempuan, namun seringkali masih didaftarkan atas nama laki-laki. Hal ini menurutnya harus diubah.
“Saya mengimbau perempuan yang punya talenta agar berani mengatasnamakan usahanya sendiri. Mereka punya kemampuan me-manage usaha, hanya saja kadang belum siap tampil terbuka,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan, DP3A Kaltim menghadirkan program Putaran (Pusat Pembelajaran Perempuan) dan Prisma (Pusat Informasi Sahabat Perempuan). Kedua program ini menyediakan literasi digital dan informasi agar usaha perempuan bisa berkembang dan menjadi sumber nafkah utama bagi keluarga.
“Melalui Putaran dan Prisma, perempuan bisa belajar digital dan mendapat akses informasi. Harapannya, usaha yang mereka jalankan bukan hanya sekadar sambilan, tapi bisa menjadi ladang untuk mencari nafkah dan menopang keluarga,” jelas Noryani. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo