KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Awan hitam sempat membayangi bisnis perhotelan Balikpapan pada periode akhir tahun 2024 hingga awal 2025 terdampak akibat efisiensi anggaran oleh pemerintah.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Balikpapan Noval Asfihani melihat aktivitas meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE) yang selama ini menjadi tulang punggung bagi perhotelan berkurang drastis.
Namun, Noval optimis perhotelan Balikpapan dapat segera bangkit kembali bila mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah, travel maupun pihak terkait lainnya.
“Perhotelan sempat terpuruk dikarenakan efisiensi (anggaran pemerintah) yang membuat okupansi turun, meski kini pemerintah mulai kembali memperbolehkan mengadakan kegiatan di perhotelan,” kata Noval.
Ia menegaskan, pentingnya sinergi antara pihak swasta dan pemerintah agar bisnis perhotelan di Balikpapan tetap terjaga dan dapat berkembang, mengingat kota ini merupakan penopang utama dari calon ibu kota baru, terlebih dengan banyaknya pendatang yang datang.
“Kita sebagai kota berkembang sangat berharap banyak pendatang yang ke sini dapat memanfaatkan perhotelan yang ada di Balikpapan,” lanjut Noval.
Selain perhotelan, Noval juga menyoroti sektor UMKM yang menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Kadin Balikpapan mendorong pelaku UMKM untuk terus menunjukkan semangat positif dan kreativitas tinggi dalam memanfaatkan peluang yang ada.
Kadin siap menjadi wadah bagi pelaku UMKM agar lebih maju dan inovatif, khususnya melalui pembinaan.
“Kami mengadvokasi keterlibatan perbankan untuk bisa mendukung pembiayaan UMKM agar para pelaku usaha bisa mandiri. Karena banyak dari pelaku UMKM ini sebenarnya kreatif dan bisa membuat banyak produk hanya saja keterbatasan dana jadi penghalangnya,” tegas Noval.
Sinergi antara Kadin dan organisasi perempuan juga sangat aktif dalam mendorong pemberdayaan UMKM, tidak hanya di bidang kuliner dan kerajinan. Tidak hanya itu, Kadin juga sektor menyentuh anak muda, melalui industri ekonomi kreatif seperti film, musik maupun lainnya.
UMKM lokal kini tidak hanya bertarung di tingkat nasional, tapi sudah menembus pasar internasional, yang menjadi bukti potensi besar Balikpapan dalam membangun ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.
Noval menegaskan komitmen Kadin Balikpapan untuk terus berkolaborasi erat dengan pemerintah kota agar seluruh pelaku usaha, terutama UMKM dan sektor perhotelan, dapat berkembang seiring dengan transformasi ekonomi dan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang juga menjadikan Balikpapan sebagai kota penyangga strategis.
“Kadin hadir untuk mendukung pengusaha lokal, memastikan Balikpapan jadi kota yang sehat secara ekonomi, kuat dalam daya saing, dan berkesinambungan. Karena itu kami sangat mendukung berbagai investasi, maupun bisnis perhotelan dan UMKM juga bisa sama-sama bertumbuh,” tutup Noval. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo