KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Nilai ekspor Kalimantan Timur (Kaltim) pada Juli 2025 mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya. Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat, kenaikan itu dipengaruhi sektor migas maupun nonmigas.
Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana menyebutkan, “Jika dirinci menurut sektor dan dibandingkan dengan bulan sebelumnya, peningkatan nilai ekspor total pada Juli 2025 disebabkan oleh naiknya nilai ekspor pada sektor migas maupun nonmigas."
Peningkatan pada ekspor nonmigas dialami oleh sektor pertambangan dan pertanian yang mengalami peningkatan masing-masing 12,28 persen dan 68,42 persen. Sebaliknya, ekspor hasil industri mengalami penurunan 15,64 persen.
Baca Juga: Ekspor Nonmigas Kaltim Naik 4,16 Persen, Permintaan dari Australia Melonjak 236 Persen
Meski tumbuh secara bulanan, jika dibandingkan dengan Juli 2024, ekspor Kaltim justru mencatatkan penurunan. "Jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya, baik sektor migas maupun nonmigas sama-sama mengalami penurunan," ungkap Yusniar.
Penurunan sektor nonmigas disebabkan karena turunnya ekspor hasil tambang dan hasil pertanian masing-masing sebesar 25,85 persen dan 17,68 persen. Sebaliknya, ekspor hasil industri mengalami peningkatan 20,31 persen.
Dari sisi struktur, sepanjang Januari-Juli 2025, komoditas hasil tambang masih mendominasi ekspor Kaltim. “Pada periode Januari- Juli 2025, komoditas hasil tambang tetap menjadi andalan ekspor Kaltim dengan peranan sebesar 69,11 persen. Hasil industri berada pada posisi kedua dengan peranan sebesar 21,08 persen, dan nilai ekspor migas pada posisi ketiga dengan peranan 9,71 persen,” jelas Yusniar. (*)
Editor : Muhammad Rizki