KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Dari catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, nilai impor nonmigas pada Juli 2025 untuk 10 golongan barang utama senilai USD 96,48 juta. Angkanya turun 17,48 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana menjelaskan, meski secara total menurun, terdapat beberapa golongan barang yang justru mencatatkan kenaikan cukup signifikan.
“Dilihat dari perkembangannya terhadap Juni 2025 peningkatan nilai impor nonmigas terbesar terjadi pada golongan barang mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya yang mengalami kenaikan sebesar USD 5,54 juta (19,01 persen). Sebaliknya, penurunan nilai terdalam terjadi pada golongan barang kendaraan dan bagiannya USD 24,60 juta (69,26 persen),” terangnya.
Selain mesin dan peralatan mekanis, sejumlah komoditas lain juga menunjukkan peningkatan. “Komoditas lain dengan peningkatan nilai impor cukup besar adalah golongan barang karet dan barang dari karet yang naik sebesar USD 4,13 juta (106,44 persen) dan golongan barang dari besi dan baja yang naik sebesar USD 1,65 juta (85,49 persen),” kata Yusniar.
Namun, tak sedikit komoditas yang mencatat penurunan. “Sebaliknya, komoditas lain yang mengalami penurunan nilai impor adalah golongan barang pupuk yang turun sebesar USD 6,56 juta (35,19 persen) dan golongan barang bahan kimia organik yang turun sebesar USD 1,29 juta (47,08 persen),” tambahnya.
Secara kumulatif, selama periode Januari-Juli 2025, 10 golongan barang utama tetap mendominasi total impor nonmigas Kaltim.
“Selama Januari-Juli 2025, impor 10 golongan barang (HS 2 digit) memberikan kontribusi sebesar 91,45 persen terhadap total impor nonmigas. Golongan barang yang memberikan andil besar terhadap total impor adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya dengan kontribusi sebesar 36,27 persen,” pungkasnya. (*)
Editor : Duito Susanto