KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Kenaikan impor menjadi catatan penting bagi Balikpapan di Juli 2025. Nilainya mencapai 339,01 juta dolar, naik 6,92 persen dibandingkan Juni 2025 yang tercatat 317,08 juta dolar. Jika dibandingkan dengan Juli 2024, impor tumbuh lebih tinggi, yakni 16,51 persen.
Peningkatan terutama didorong oleh impor migas yang melonjak 40,54 persen secara tahunan, dari 193,12 juta dolar pada Juli 2024 menjadi 271,41 juta dolar pada Juli 2025.
“Lonjakan ini berasal dari minyak mentah yang nilainya mencapai 192,36 juta dolar atau naik lebih dari 134 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara impor nonmigas justru turun 30,91 persen,” jelas Marinda Dama, selaku Kepala BPS Balikpapan.
Dari sisi negara asal barang, Nigeria menjadi pemasok terbesar dengan nilai impor 599,15 juta dolar sepanjang Januari–Juli 2025, berkontribusi 22,49 persen dari total impor Balikpapan.
Singapura berada di posisi kedua dengan 466,98 juta dolar (18,78 persen), diikuti Angola 443,22 juta dolar (17,83 persen). Pada Juli 2025 saja, impor dari Nigeria mencapai 79,77 juta dolar, meningkat 17,58 juta dolar dibandingkan bulan sebelumnya.
"Secara bulanan, Angola mencatat kenaikan tertinggi, yakni 122,06 juta dolar pada Juli 2025. Amerika Serikat juga menunjukkan tren positif dengan tambahan impor 19,23 juta dolar, atau naik 65,25 persen," sebutnya.
Sebaliknya, Singapura justru mengalami penurunan impor sebesar 22,32 juta dolar atau 37,31 persen. Dengan total nilai impor sepanjang Januari–Juli 2025 mencapai 2,485,98 juta dolar, naik 17,12 persen dibanding periode yang sama 2024, Balikpapan menghadapi tantangan menjaga keseimbangan perdagangan.
"Kenaikan impor migas yang besar menekan surplus perdagangan migas, meskipun sektor nonmigas masih menjadi penopang utama," tandasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo