KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pergerakan penumpang angkutan udara di Kalimantan Timur mengalami dinamika pada Juli 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat jumlah penumpang domestik mencapai 245.763 orang. Angka tersebut menurun 2,81 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Kepala BPS Kaltim, Yusniar Juliana, menjelaskan bahwa penurunan dipengaruhi oleh turunnya jumlah penumpang di beberapa bandara.
“Penurunan terutama dipengaruhi oleh berkurangnya jumlah penumpang di beberapa Bandara di Kalimantan Timur, yaitu Bandara Kalimarau-Berau 8,52 persen, Bandara Datah Dawai-Mahakam Ulu 5,68 persen, dan Bandara Sepinggan-Balikpapan 5,18 persen,” ungkapnya.
Namun, tidak semua bandara mencatat tren serupa. “Sebaliknya, Bandara APT Pranoto-Samarinda mengalami peningkatan sebesar 15,93 persen, serta Bandara Melalan-Kutai Barat juga mengalami peningkatan sebesar 4,53 persen,” jelas Yusniar.
Hingga saat ini, Bandara Sepinggan-Balikpapan dan APT Pranoto-Samarinda masih menjadi jalur angkutan udara utama di Bumi Etam.
BPS mencatat, penumpang domestik terbesar tercatat melalui Bandara Sepinggan-Balikpapan dengan 188.499 orang atau 76,70 persen dari total penumpang domestik. Sementara itu, Bandara APT Pranoto-Samarinda mencatat 35.988 orang atau 14,64 persen.
Selain rute domestik, penumpang penerbangan internasional juga mencatat tren positif. “Jumlah penumpang angkutan udara ke luar negeri/internasional pada Juli 2025 sebanyak 5.830 orang atau naik 18,79 persen jika dibandingkan dengan Juni 2025,” ujar Yusniar.
Jika ditarik sejak awal tahun, tren peningkatan semakin terlihat. “Jumlah penumpang angkutan udara ke luar negeri/internasional pada Januari sampai dengan Juli 2025 tercatat 38.785 atau naik signifikan 27,28 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya,” tegasnya.
Untuk penerbangan internasional, saat ini hanya dilayani oleh Bandara SAMS Sepinggan-Balikpapan. Dengan konektivitas yang semakin luas, bandara itu menjadi pintu gerbang utama Kaltim menuju luar negeri.
Naik-turunnya pergerakan penumpang sekaligus mencerminkan geliat mobilitas masyarakat Kaltim. Data itu indikator penting untuk membaca arah ekonomi dan potensi transportasi udara di masa mendatang. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo