Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Program Sapi Merah Putih Jadi Harapan Baru Swasembada Pangan dan Serap Tenaga Kerja

Nugroho Pandu Cahyo • Selasa, 9 September 2025 | 22:47 WIB
Produksi susu di Tanah Air terus diperbesar lewat sapi lokal, salah satunya diwujudkan dengan program Sapi Merah Putih.
Produksi susu di Tanah Air terus diperbesar lewat sapi lokal, salah satunya diwujudkan dengan program Sapi Merah Putih.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Produksi susu dalam negeri terus digenjot untuk menopang penyediaan protein hewani serta mendukung program makan bergizi gratis (MBG).

Salah satunya lewat program Sapi Merah Putih yang diluncurkan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas dalam Pameran Flora & Fauna (FLONA) 2025 di Lapangan Banteng, Jakarta. 

Data Bappenas mencatat, kebutuhan susu nasional pada 2023 mencapai 4,53 juta ton, sementara produksi dalam negeri baru 0,84 juta ton atau 18,54 persennya. Kekurangan tersebut selama ini dipenuhi dengan impor sekitar 3,7 juta ton. 

Karena itu, inovasi Sapi Merah Putih diproyeksikan menjadi momentum penting untuk menekan ketergantungan impor sekaligus mengangkat kontribusi sektor pertanian terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Sekretaris Utama Badan Gizi Nasional (BGN), Sarwono, menyampaikan, ketersediaan daging dan susu berkualitas merupakan pilar penting dalam pembangunan gizi masyarakat. Menurutnya, Sapi Merah Putih hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut. 

“Pemenuhan protein anak-anak penerima MBG akan menentukan kualitas tumbuh kembang sekaligus memperkuat fondasi swasembada pangan nasional,” ujarnya, Selasa (9/9).

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy menilai inisiatif ini sebagai terobosan penting dalam sejarah pembangunan pangan Indonesia. 

“Setelah 80 tahun merdeka, lahir 120 sapi kembar identik yang kemudian dipilih 80 ekor sebagai Sapi Merah Putih. Inovasi biogenetika ini menjadi dasar revolusi putih yang dicanangkan Presiden untuk memperkuat industri sapi perah lokal,” ungkapnya.

Direktur Utama Moosa Genetika, Deddy Kurniawan, menegaskan bahwa metode gene editing yang digunakan memungkinkan lahirnya sapi perah khas Indonesia dengan daya tahan terhadap iklim tropis sekaligus produktivitas tinggi. 

“Hingga kini, tercatat sudah ada 80 ekor Sapi Merah Putih yang siap dikembangkan lebih lanjut,” ucapnya.

Program Sapi Merah Putih merupakan hasil kolaborasi Bappenas, PT Moosa Genetika Farmindo, dan Universitas Institut Pertanian Bogor (IPB). Riset berbasis sapi lokal dikembangkan melalui bioteknologi reproduksi molekuler modern dengan tujuan meningkatkan produktivitas susu dan daging. 

Acara peluncuran turut disaksikan sejumlah pejabat, mulai dari Menteri Kesehatan, Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rektor Universitas IPB, hingga gubernur dari berbagai daerah. Kehadiran mereka menandai keseriusan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjadikan Sapi Merah Putih sebagai simbol kemandirian pangan bangsa sekaligus penyerapan tenaga kerja di sektor agribisnis. (*) 

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#produksi susu #Sapi Merah Putih #protein hewani #Makan Bergizi Gratis