KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Tahun ini menjadi fase yang penuh tantangan bagi seluruh perusahaan, termasuk Astra Motor Kaltim 1. Setelah tahun lalu roda perekonomian Kalimantan Timur berputar cepat akibat geliat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), kini situasi berbalik.
Pasca Agustus 2024, perputaran uang di daerah mulai melambat, terutama setelah fase besar proyek IKN selesai dan beberapa proyek besar lainnya, seperti Pertamina RDMP, juga mendekati akhir.
Ketika ditemui di kantornya, Manager Marketing Astra Motor Kaltim 1 Matthew Poetera Sah menuturkan, kondisi pasar tahun ini berbeda drastis dibandingkan tahun lalu.
“Challenge lah ya di tahun ini, karena kalau kita lihat tahun lalu kita masih ngejar IKN, jadi perputaran uangnya cukup besar juga. Kalau tahun ini setelah Agustus (2024, Red), udah beda juga kondisinya,” tuturnya, Jumat (12/9).
Matthew menjelaskan, indikator paling nyata terlihat di daerah Penajam Paser Utara (PPU), terutama kos-kosan dan sektor rental kendaraan. Jika tahun lalu hunian banyak terisi karena pekerja proyek, kini sebagian besar kos-kosan justru tutup.
“Kalau kita lihat mobil rental buat ke sana juga sudah beda. Di PPU kos-kosan tahun lalu banyak banget, sekarang hampir semua tutup. Jadi memang beda sih kondisinya, tantangan di awal tahun ini cukup terasa," kata Matthew.
Penurunan penjualan sendiri ini diperkirakan mencapai 5–10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut Matthew, tantangan ini memaksa perusahaan lebih cermat membaca situasi pasar dan mencari prospek baru yang lebih stabil.
“Kita mengolah data untuk menemukan sektor-sektor yang masih eksis. Salah satunya perdagangan yang perputaran uangnya masih ada,” jelasnya.
Untuk menjaga stabilitas penjualan, Astra Motor Kaltim 1 terus berupaya menghadirkan produk-produk baru. Salah satunya adalah Honda New ADV160, skutik premium yang sudah diluncurkan secara nasional. Di Balikpapan, motor ini akan resmi diperkenalkan pada Oktober 2025 mendatang.
“Secara nasional Honda New ADV160 sudah diluncurkan. Untuk Balikpapan, peluncurannya akan digelar Oktober mendatang,” ungkap Matthew.
Hingga Agustus 2025, produk yang paling diminati konsumen masih didominasi oleh segmen matic, seperti Honda Scoopy, Vario 125 dan Beat. Namun, untuk segmen high series seperti 160 cc, tantangan tetap ada karena daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih.
Untuk itu, Astra Motor menghadirkan berbagai stimulus penjualan. “Stimulus yang kami berikan berupa kemudahan angsuran, salah satunya potongan tenor. Ada juga subsidi angsuran agar masyarakat tetap bisa mengakomodasi kebutuhan di segmen tersebut,” jelas Matthew.
Dengan strategi ini, Astra Motor Kaltim 1 berharap mampu menjaga momentum penjualan sekaligus memberikan nilai tambah bagi konsumen. "Meski kondisi ekonomi pasca-IKN berbeda dengan tahun sebelumnya, perusahaan optimistis melalui kombinasi data market, produk baru dan stimulus penjualan, pasar sepeda motor Honda di Kaltim tetap terjaga," tutupnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo