KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim) kembali tumbuh positif pada triwulan II 2025.
Pendorong utamanya berasal dari kinerja ekspor yang meningkat, meski beberapa komponen pengeluaran lain justru melambat.
Baca Juga: Ruang Setara, Fashion Show yang Menyatukan Budaya, Inklusi dan Kemanusiaan
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim, Budi Widihartanto, mengatakan akselerasi ekspor menjadi kunci perbaikan ekonomi di Bumi Etam.
“Ekspor tumbuh lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya, sementara komponen lainnya melambat,” ujarnya.
Peningkatan terutama disumbang oleh ekspor bahan kimia organik, pupuk, dan hasil minyak. Ekspor CPO juga menunjukkan perbaikan signifikan.
Namun, Budi mengungkapkan beberapa komponen pengeluaran lain justru mengalami perlambatan.
Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) turun seiring berkurangnya anggaran pembangunan IKN tahun ini.
Konsumsi rumah tangga juga melambat karena normalisasi belanja pasca Idul Fitri, yang terlihat dari turunnya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK).
Impor migas tercatat menurun akibat meningkatnya produksi domestik. Bahkan konsumsi pemerintah berbalik kontraksi akibat kebijakan efisiensi belanja.
Secara struktur, net ekspor menjadi penopang terbesar perekonomian dengan kontribusi 41,45 persen terhadap PDRB. PMTB menyumbang 35,48 persen, konsumsi rumah tangga 17,91 persen, dan konsumsi pemerintah 4,57 persen.
Baca Juga: MaxOne Hotel Tebar Kebahagiaan ke Karyawan dan Pelanggan di Ulang Tahunnya ke-7
Net ekspor juga tercatat sebagai penyumbang pertumbuhan terbesar dengan andil 4,39 persen (yoy).
Disusul konsumsi rumah tangga 0,67 persen (yoy) dan PMTB 0,51 persen (yoy). Sementara konsumsi pemerintah memberi andil negatif sebesar -0,82 persen (yoy). (*)
Editor : Ery Supriyadi