KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Hasil panen nangka dan cempedak di Kalimantan Timur pada 2024 benar-benar melesat. Total produksi tembus 25,21 ribu ton, lebih dari dua kali lipat dibandingkan setahun sebelumnya. Tambahan panen tercatat 13,37 ribu ton hanya dalam waktu satu tahun.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Yusniar Juliana menyampaikan, lonjakan itu terjadi karena banyak pohon yang mulai produktif. Awal tahun bahkan menjadi periode emas.
“Puncak produksi terjadi pada triwulan I, dengan capaian tertinggi sebesar 7,57 ribu ton dari 98,37 ribu pohon nangka atau cempedak yang menghasilkan,” ujarnya.
Dari sisi wilayah, Balikpapan menjadi motor utama dengan kontribusi terbesar. Kota Minyak menghasilkan 10,86 ribu ton atau sekitar 43 persen dari total provinsi. Buah manis tersebut dipetik dari hampir 30 ribu pohon yang sudah berbuah.
Posisi berikutnya ditempati Kutai Kartanegara yang menyumbang 9,16 ribu ton atau sepertiga lebih dari total Kaltim. Daerah tersebut ditopang 56,59 ribu rumpun tanaman produktif. Sementara Samarinda berada di urutan ketiga dengan 2,26 ribu ton, hasil dari hampir 9 ribu rumpun pohon.
“Balikpapan, Kutai Kartanegara, dan Samarinda menjadi daerah dengan produksi nangka atau cempedak terbesar di Kaltim,” tegas Yusniar.
Jika ditarik per triwulan, tren panen menunjukkan fluktuasi. Setelah melejit di awal tahun, volume panen turun menjadi 5,29 ribu ton di triwulan II. Angka itu sedikit naik di triwulan III menjadi 5,60 ribu ton, lalu kembali terdongkrak pada akhir tahun mencapai 6,76 ribu ton.
Menandakan bahwa pola panen nangka atau cempedak di Kaltim cukup merata sepanjang tahun, meski tetap ada musim puncaknya. Ketersediaan yang berkesinambungan memberi peluang besar untuk pasar segar maupun industri olahan.
Tak hanya untuk ketahanan pangan, peluang ekspor maupun industri kreatif berbasis buah juga terbuka lebar. Lonjakan yang signifikan itu menjadi sinyal positif bahwa komoditas lokal mampu bersaing, bahkan di tengah dominasi buah impor. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo