Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Perang Dagang AS-China Jadi Berkah, Kaltim Siap Panen Investasi Besar-Besaran

Raden Roro Mira Budi Asih • Jumat, 19 September 2025 | 17:25 WIB
Kepala KPw BI Kaltim Budi Widihartanto
Kepala KPw BI Kaltim Budi Widihartanto

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Perkembangan ekonomi global memberi angin segar bagi peluang investasi domestik, termasuk di Kalimantan Timur.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Budi Widihartanto menegaskan, sejumlah dinamika terkini dapat menjadi momentum bagi Kaltim untuk menarik minat investor. “Beberapa perkembangan kondisi ekonomi terkini membuka peluang investasi domestik,” kata Budi.

Menurutnya, dari sisi global terdapat dua faktor utama yang bisa mendorong peningkatan permintaan investasi dalam negeri. Pertama, peluang dari perang dagang Amerika Serikat-Tiongkok yang memicu potensi relokasi industri Tiongkok ke negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia.

Kedua, meningkatnya permintaan global terhadap barang manufaktur non-Tiongkok seiring dengan strategi China+1 pascakonflik geopolitik. Sementara dari sisi pasokan, Kaltim memiliki modal besar untuk memanfaatkan momentum tersebut.

"Komitmen Pemprov Kaltim melalui RPJMD 2025-2029 dalam mendorong peningkatan investasi sebagai salah satu fokus utama yang mendukung transformasi ekonomi, serta posisi Kaltim sebagai mitra strategis IKN (superhub ekonomi IKN) yang terus mengakselerasi transformasi ekonomi hijau (sejalan dengan target 100 persen EBT IKN di tahun 2045) menjadi peluang optimalisasi potensi investasi daerah,” jelas Budi.

Dengan kombinasi faktor global dan lokal, dia menilai Kaltim berpeluang besar menjadi pusat investasi yang kompetitif. Namun, strategi yang diterapkan harus selaras dengan kebutuhan investor sekaligus pembangunan daerah.

“Mempertimbangkan dinamika tersebut, optimalisasi peluang investasi Kaltim ke depan memerlukan strategi yang mampu mengintegrasikan tren global (demand) dengan potensi daerah (supply),” tegasnya, Jumat (19/9).

Dia menambahkan, promosi investasi perlu dilakukan secara adaptif, berbasis data, dan berorientasi pada preferensi investor global. Budi menilai hal itu penting agar Kaltim bisa menonjolkan keunggulan komparatif sekaligus kompetitif yang dimiliki.

“Strategi ini tidak hanya bertujuan menarik arus PMA, tetapi juga memastikan keselarasan dengan agenda pembangunan berkelanjutan serta transformasi ekonomi daerah,” pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#perang dagang #Tiongkok AS #ekonomi global #peluang investasi