Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

AI Kian Familiar di Kaltim, Dari Hiburan hingga Bantu Pemerintah Ambil Keputusan

Raden Roro Mira Budi Asih • Sabtu, 27 September 2025 | 17:38 WIB
Penggunaan kecerdasan buatan (AI) makin akrab di tengah masyarakat Kaltim.
Penggunaan kecerdasan buatan (AI) makin akrab di tengah masyarakat Kaltim.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Tren kecerdasan buatan (AI) makin akrab di tengah masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim). Mulai dari pelajar, pelaku usaha, hingga pemerintah daerah kini memanfaatkan teknologi tersebut. Baik untuk hiburan, produktivitas, maupun pengambilan keputusan berbasis data.

Ketua Dewan Teknologi dan Informasi (TIK) Kaltim Dedy Cahyadi menyebut, masyarakat Bumi Etam relatif cepat beradaptasi dengan teknologi baru karena indeks literasi digital yang tinggi.

“Untuk di Kaltim sudah cukup banyak ya yang tahu tentang AI. Terutama untuk hal-hal yang mungkin sifatnya entertaint (hiburan). Jadi sebenarnya untuk masyarakat Kaltim sendiri sih kayaknya sudah familiar,” ujarnya.

Fenomena yang paling sering ditemui, kata Dedy, adalah pemanfaatan generative AI untuk membuat foto atau konten kreatif. Misalnya, foto manipulasi yang sedang tren di media sosial. “Lagi hype banget nih, yang edit foto. Jadi ketika ada hal baru terkait AI, masyarakat kita cukup cepat untuk adaptasi,” jelasnya.

Namun, adopsi AI di Kaltim tidak berhenti di ranah hiburan. Pemerintah Kota Samarinda, misalnya, telah memanfaatkan layanan AI untuk mendukung proses pengambilan keputusan.

“Mereka sudah pakai beberapa layanan AI seperti provider. Kemudian juga ada yang mereka develop sendiri semacam kayak Samarinda AI begitu, seperti ChatGPT yang bisa digunakan oleh pengambil keputusan,” tutur Dedy.

Platform tersebut bekerja dengan mengolah data milik pemerintah, lalu menyajikan rekomendasi berbasis pengetahuan. “Dia sudah punya knowledge base gitu dan dia akan memberikan rekomendasi berdasarkan basis pengetahuannya,” tambahnya.

Di bidang pendidikan, AI sudah digunakan baik oleh guru maupun siswa. Beberapa siswa memanfaatkannya untuk mengerjakan rangkuman atau tugas kuliah.

“Itu sebenarnya marak juga sudah digunakan di dunia pendidikan, baik itu di perguruan tinggi maupun sekolah,” kata Kepala Laboratorium Aplikasi Internet Fakultas Teknik Universitas Mulawarman (Unmul) tersebut.

Dedy menegaskan, pemanfaatan AI memberikan banyak keuntungan. Misalnya, mempersingkat waktu memahami materi kuliah, hingga mendukung prediksi produksi di dunia industri. “Di bidang industrial kita bisa juga pakai AI misal untuk prediksi jumlah produksi yang harus dibuat atau melihat tren ke depan,” paparnya.

Meski begitu, dia mengingatkan bahwa AI bukanlah solusi instan yang bisa menggantikan peran manusia sepenuhnya. “AI memang bisa membantu kita biar punya waktu lebih banyak untuk mengerjakan hal-hal lain yang lebih bermanfaat. Jadi AI ini asisten, bukan pengganti,” tegasnya.

Menurut Dedy, kunci pemanfaatan AI terletak pada manusia yang mengendalikannya. Dengan prompting yang tepat, AI bisa menjadi mitra produktif. “Peluangnya besar, tinggal bagaimana kita menggunakannya dengan bijak,” pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#pelajar #Artifisial inteligen #kecerdasan buatan #teknologi #ai #pemerintah #pelaku usaha