KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pergerakan ekspor Kalimantan Timur kembali menunjukkan dinamika tajam.
Di tengah penurunan ekspor migas, kinerja perdagangan luar negeri Bumi Etam justru terkerek berkat lonjakan dari sektor nonmigas.
Baca Juga: Ekspor Kaltim ke Tiongkok dan India Meroket, Nilai Naik Ratusan Juta Dolar dalam Sebulan
Salah satu motor penggeraknya datang dari komoditas tambang yang kembali menjadi penopang utama ekspor.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, nilai ekspor total Agustus 2025 meningkat dibanding Juli 2025.
Kepala BPS Kaltim, Yusniar Juliana, menjelaskan bahwa kenaikan tersebut sepenuhnya ditopang oleh sektor nonmigas, terutama hasil tambang.
“Peningkatan ekspor total pada Agustus 2025 disebabkan naiknya ekspor nonmigas, meskipun migas mengalami penurunan. Sektor pertambangan naik signifikan sebesar 14,74 persen,” ujarnya.
Namun, tak semua sektor menikmati kenaikan serupa. Yusniar mengungkapkan, ekspor hasil industri justru turun 7,78 persen, sementara sektor pertanian anjlok lebih dalam, mencapai 43,36 persen.
Jika dibandingkan dengan Agustus tahun lalu, tren justru berbalik arah. Saat itu, sektor migas mencatat kenaikan, sementara nonmigas melambat.
“Penurunan ekspor nonmigas terutama akibat turunnya ekspor hasil tambang dan pertanian masing-masing sebesar 19,75 persen dan 50,51 persen. Sebaliknya, hasil industri naik 12,39 persen,” jelasnya.
Dari data BPS, nilai ekspor migas Agustus 2025 tercatat USD174,72 juta, turun 2,61 persen dari bulan sebelumnya. Sementara itu, ekspor nonmigas mencapai USD1,65 miliar, naik 8,60 persen.
Lonjakan terbesar datang dari hasil tambang dengan nilai USD1,27 miliar, tumbuh 14,74 persen secara bulanan.
Sebaliknya, ekspor industri menurun ke USD376,81 juta, dan pertanian hanya menyumbang USD1,45 juta, penurunan terdalam dalam beberapa bulan terakhir.
Secara kumulatif Januari–Agustus 2025, dominasi sektor tambang masih tak tergoyahkan.
Baca Juga: Biznet Rayakan 25 Tahun, Perluas Jaringan Internet Cepat ke Balikpapan dan Kalimantan
“Komoditas hasil tambang menyumbang 69,20 persen dari total ekspor Kaltim, disusul industri 21,01 persen, dan migas 9,69 persen,” papar Yusniar.
Total ekspor Kaltim sepanjang delapan bulan pertama tahun ini tercatat USD13,56 miliar.
Meski masih kontraksi 16,43 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, tambang tetap menjadi tumpuan utama ekspor provinsi kaya sumber daya ini. (*)
Editor : Ery Supriyadi