KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Meski pertumbuhan kredit di Kalimantan Timur (Kaltim) mulai melambat, sektor perbankan di daerah ini masih dinilai stabil.
Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa fungsi intermediasi tetap berjalan baik dan risiko kredit masih dalam batas aman.
Baca Juga: Kredit Kaltim Tiba-Tiba Minus, BI Beberkan Biang Keladinya!
Kepala Kantor Perwakilan BI Kaltim, Budi Widihartanto, mengatakan penerapan prinsip kehati-hatian menjadi kunci perbankan tetap tangguh di tengah perlambatan.
Ia menyebut, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) pada triwulan II 2025 tercatat 1,81 persen, naik dari 1,20 persen di triwulan sebelumnya.
Peningkatan terjadi di semua jenis kredit, baik modal kerja (3,18 persen), investasi (0,50 persen), maupun konsumsi (2,45 persen).
Namun, Budi memastikan kondisi itu masih aman karena NPL Kaltim tetap jauh di bawah ambang batas 5 persen.
Baca Juga: Ekspor Balikpapan Naik 16 Persen, Didominasi Komoditas Tambang dan Industri Pengolahan
Struktur debitur pun masih didominasi sektor korporasi dengan porsi 62,46 persen, disusul individu 31,58 persen, dan pemerintah 0,02 persen.
Dengan risiko yang terkendali, BI optimistis perbankan di Kaltim akan terus menopang aktivitas ekonomi di tengah ketidakpastian global. (*)
Editor : Ery Supriyadi