KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Derasnya arus modal di Kalimantan Timur (Kaltim) seolah belum menunjukkan tanda-tanda melambat. Hingga pertengahan tahun, total investasi yang berhasil digarap di Bumi Etam sudah mencapai Rp 43,18 triliun, atau 54,44 persen dari target tahunan Rp 79,86 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim Fahmi Prima Laksana mengungkapkan, capaian tersebut merupakan akumulasi dari dua triwulan pertama tahun ini.
“Target realisasi investasi tahun 2025 ditetapkan pencapaiannya sebesar Rp 79,86 triliun. Pada Triwulan I 2025 tercatat realisasi investasi sebesar Rp 19,82 triliun, sedangkan pada Triwulan II mencapai Rp 23,36 triliun,” jelasnya.
Jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, kinerja investasi tahun ini terbilang melesat. “Capaian realisasi investasi pada Triwulan II 2025 yakni Rp 23,36 triliun mengalami peningkatan sebesar 29,38 persen dibandingkan Triwulan II 2024 yaitu Rp 16,50 triliun,” kata Fahmi.
Dia menilai, tren positif tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap Kaltim semakin kuat, apalagi dengan geliat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang memberi efek domino pada berbagai sektor.
Rinciannya, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih mendominasi dengan nilai Rp 19,82 triliun dari 15.491 proyek, sementara Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai USD239,19 juta atau sekitar Rp 3,54 triliun dari 881 proyek.
Fahmi menambahkan, pemerataan investasi kini sudah mulai terasa di seluruh kabupaten/kota. “Berdasarkan sebaran lokasinya, seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Timur mendapatkan tambahan realisasi investasi,” ucapnya.
Dari seluruh daerah, Kutai Timur menjadi magnet terbesar dengan nilai Rp 7,38 triliun atau 37,25 persen dari total PMDN. Disusul Balikpapan Rp 3,96 triliun (19,97 persen), dan Kutai Kartanegara Rp 2,57 triliun (13,01 persen).
Selain menambah modal, arus investasi juga membuka ribuan lapangan kerja. “Terkait penyerapan tenaga kerja Indonesia, Paser paling banyak penyerapannya yaitu 3.558 orang, kemudian disusul Samarinda 3.210 orang dan Balikpapan 2.960 orang sedangkan jumlah tenaga kerja asing 1 orang,” tutur Fahmi.
Secara keseluruhan, investasi pada Triwulan II 2025 menyerap 17.661 tenaga kerja, terdiri dari 17.656 tenaga kerja lokal dan 5 tenaga kerja asing. (*)
Editor : Sukri Sikki