Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Kinerja Sektor Pembiayaan Terjaga, Risiko Kredit Tetap Terkendali

Raden Roro Mira Budi Asih • Kamis, 23 Oktober 2025 | 13:56 WIB
MODAL KERJA: Piutang pembiayaan perusahaan tumbuh 1,26 persen. Didorong oleh peningkatan pembiayaan modal kerja.
MODAL KERJA: Piutang pembiayaan perusahaan tumbuh 1,26 persen. Didorong oleh peningkatan pembiayaan modal kerja.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Industri pembiayaan di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus menunjukkan ketahanan di tengah dinamika ekonomi. Hingga Agustus 2025, sektor perusahaan pembiayaan (PP) mencatat pertumbuhan positif dengan profil risiko yang terkendali.

Kepala OJK Kaltim-Kaltara Parjiman menjelaskan, piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan tumbuh 1,26 persen yoy menjadi Rp 505,59 triliun, didorong oleh peningkatan pembiayaan modal kerja.

“Pembiayaan modal kerja tumbuh sebesar 7,62 persen yoy,” ujarnya.

Kinerja tersebut diikuti dengan perbaikan pada rasio risiko kredit. Rasio Non Performing Financing (NPF) gross tercatat 2,51 persen, turun dari bulan sebelumnya sebesar 2,52 persen. Begitu pula NPF net 0,85 persen, dan gearing ratio berada di angka 2,17 kali, jauh di bawah batas maksimum yang ditetapkan sebesar 10 kali.

Selain itu, pembiayaan modal ventura juga mencatat pertumbuhan stabil. Nilainya mencapai Rp 16,33 triliun atau tumbuh 0,90 persen yoy.

“Pertumbuhan pembiayaan modal ventura pada Agustus 2025 masih positif, mencerminkan aktivitas investasi yang tetap berjalan,” jelasnya.

Kinerja solid juga tampak pada industri Pinjaman Daring (Pindar). Outstanding pembiayaan naik 21,62 persen yoy menjadi Rp 87,61 triliun, dengan tingkat risiko kredit (TWP90) turun ke 2,60 persen dari bulan sebelumnya sebesar 2,75 persen.

Sementara itu, sektor pergadaian juga tumbuh pesat. Hingga Agustus 2025, total pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp 108,30 triliun atau naik 28,67 persen yoy.

“Pembiayaan terbesar industri pergadaian disalurkan dalam bentuk produk Gadai, yaitu sebesar Rp 90,08 triliun atau 83,17 persen dari total pembiayaan,” ungkapnya.

Menariknya, pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) oleh perusahaan pembiayaan menunjukkan lonjakan tinggi, naik 79,91 persen yoy menjadi Rp 9,97 triliun. Rasio NPF gross-nya tercatat stabil di 2,92 persen.

Dia menegaskan, secara keseluruhan industri PVML (Perusahaan Pembiayaan, Modal Ventura, Pergadaian, dan Pinjaman Daring) di Kaltim dan nasional tetap solid.

“Profil risiko tetap terkendali dan pertumbuhan pembiayaan berjalan sehat. Ini menjadi sinyal positif bagi pembiayaan sektor produktif di daerah,” pungkasnya. (*)

Editor : Duito Susanto
#industri pembiayaan #OJK Kaltim Kaltara