Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Terkendali tapi Bergerak Naik, Inflasi Kaltim Oktober Capai 1,94 Persen!

Raden Roro Mira Budi Asih • Senin, 3 November 2025 | 16:22 WIB
MENAHAN: Kelompok pengeluaran transportasi turut menahan laju harga dengan deflasi. Turun hingga 1,43 persen.
MENAHAN: Kelompok pengeluaran transportasi turut menahan laju harga dengan deflasi. Turun hingga 1,43 persen.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Laju inflasi di Kalimantan Timur masih dalam kendali. Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat inflasi year-on-year (yoy) Oktober 2025 sebesar 1,94 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 108,59. Sedangkan pada September 2025, inflasi capai 1,77 persen yoy.

Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana menyebut, inflasi tersebut menunjukkan adanya kenaikan harga dari sebagian besar kelompok pengeluaran masyarakat.

Secara spasial, inflasi tertinggi terjadi di Penajam Paser Utara yakni 2,47 persen yoy dengan IHK 108,47. Sementara inflasi terendah tercatat di Berau 1,78 persen yoy dengan IHK 109,23.

"Laju inflasi tahunan itu lebih tinggi dibanding Oktober 2024 yang sebesar 1,75 persen yoy," kata Yusniar, Senin (3/11). Adapun inflasi bulanan (mtm) hanya 0,01 persen, dan inflasi year to date (ytd) sebesar 1,55 persen.

Kenaikan harga terutama dipicu kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang naik 3,74 persen, disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 12,13 persen, serta kelompok pendidikan yang meningkat 2,80 persen.

Sebaliknya, beberapa kelompok pengeluaran justru menahan laju harga dengan deflasi, antara lain transportasi turun 1,43 persen, pakaian dan alas kaki turun 1,15 persen, serta perlengkapan dan pemeliharaan rumah tangga yang turun 1,45 persen.

“Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran,” terang Yusniar.

Dengan capaian itu, Yusniar menegaskan inflasi Kaltim tetap dalam rentang sasaran nasional. Pemerintah daerah diimbau menjaga ketersediaan bahan pangan utama agar tekanan harga tetap terkendali menuju akhir tahun. (*)

Editor : Ismet Rifani
#BPS KALTIM #Yusniar Juliana #Inflasi Kaltim Oktober