Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Progres Jembatan Busui Sudah 30 Persen, Target Rampung Desember 2026  

M
Penulis: Muhammad Najib❯
Pembangunan Jembatan Busui terus dikebut oleh BBPJN Kaltim. (IST) 
Pembangunan Jembatan Busui terus dikebut oleh BBPJN Kaltim. (IST)  

Advertisement

 

TANAH GROGOT – Pembangunan Jembatan Busui di ruas Kuaro-Batu Aji Desa Busui Kecamatan Batu Sopang Kabupaten Paser terus dikebut. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur, Muhammad Idris Djafar, melaporkan bahwa progres produksi komponen utama jembatan kini telah mencapai angka signifikan.

Pada Senin (27/4/2026) lalu, tim gabungan yang terdiri dari PPK 1.2, Konsultan Supervisi, dan Kontraktor Pelaksana melakukan kunjungan kerja ke Pabrikasi PCI Girder IKN Sepaku. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan Visit Proses Produksi PCI Girder dengan spesifikasi tinggi 2,1 meter dan panjang 42 meter yang akan digunakan pada Jembatan Busui.

Advertisement

"Saat ini, produksi sudah diselesaikan lima bentang girder dari total enam bentang yang dibutuhkan. Bobot produksi girder PCI sendiri sudah mencapai 85 persen," kata Idris Djafar, Kamis (7/5/2026). Sementara untuk progres keseluruhan mencapai 30 persen.

Dalam peninjauan tersebut, tim melakukan serangkaian pengecekan teknis berupa pemeriksaan pembesian segmen 1 hingga segmen 5, verifikasi dimensi panjang girder, dan pengecekan koordinat tendon pada seluruh segmen.

Advertisement

Setelah inspeksi tersebut, proses dilanjutkan dengan pemasangan bakesting (cetakan), penguatan kelurusan, hingga pengecoran menggunakan beton mutu tinggi fc'50 MPa. Untuk memastikan kepadatan beton, pihak pelaksana menerapkan slump test 65±2cm serta penggunaan vibrator eksternal dan internal.

"Kunjungan ini sangat penting untuk memantau progres sekaligus memastikan kualitas mutu produksi tetap terjaga sesuai spesifikasi teknis yang ditetapkan," kata Idris.

Proyek Penggantian Jembatan Busui ini merupakan langkah vital mengingat jembatan lama telah ambruk sejak Januari 2025 akibat kecelakaan truk semen. Selama setahun terakhir, akses mobilisasi masyarakat hanya bergantung pada jembatan darurat.

Proyek ini dikerjakan dengan nilai kontrak sebesar Rp 17.807.138.000 melalui metode pengadaan E-Katalog. Dengan masa kerja 300 hari (18 Februari – 14 Desember 2026), jembatan baru ini nantinya akan memiliki bentang sepanjang 42 meter dan lebar 10,80 meter, ditopang oleh pondasi Bore Pile dan struktur bangunan atas Girder PCI.

Idris menambahkan bahwa pengerjaan struktur fisik utama di lapangan sengaja dijadwalkan setelah hari raya guna memprioritaskan kenyamanan dan kelancaran arus lalu lintas masyarakat. BBPJN menargetkan seluruh proses konstruksi selesai tepat waktu pada 14 Desember 2026 mendatang. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pembangunan Jembatan Busui di Paser Dikebut, Progres Fisik Capai 44,50 Persen

Pembangunan Jembatan Busui di Paser Dikebut, Progres Fisik Capai 44,50 Persen

Pembangunan Jembatan Busui di Paser terus dikebut. Hingga akhir Mei 2026, progres proyek pengganti jembatan ambruk capai 44,5 persen.

Perkuat Penanganan Karhutla, 30 Personel Brimob Mabes Polri Diterjunkan ke Paser   

Perkuat Penanganan Karhutla, 30 Personel Brimob Mabes Polri Diterjunkan ke Paser  

Polres Paser menerima tambahan kekuatan sebanyak 30 personel BKO Pasukan Pelopor Korps Brimob Mabes Polri di Mako Polres Paser sejak Minggu

Pengamat Minta Perusahaan Bertanggung Jawab Penuh Atas Perimeter Karhutla

Pengamat Minta Perusahaan Bertanggung Jawab Penuh Atas Perimeter Karhutla

Pengamat Lingkungan, Albert Laston Manurung, menekankan pentingnya peran perusahaan sebagai penanggung jawab penanganan karhutla.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer