Pengamat Minta Perusahaan Bertanggung Jawab Penuh Atas Perimeter Karhutla

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Pengamat Lingkungan Universitas Mulawarman (Unmul), Albert Laston Manurung, menekankan pentingnya peran perusahaan sebagai penanggung jawab utama penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah konsesinya.
Sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim, bisa menjadi koordinator. "Jadi, kalau bisa perusahaan siapapun yang pengelolaan, dia bertanggung jawab perimeter seberapa luas wilayah itu. Karena dialah yang tahu di mana ada air. Kalau misalnya anggotanya Pak Kresna yang dari Samarinda pasti cari-cari airnya akan susah," kata Albert pada Selasa (27/10).
Baca Juga: Curi Ponsel Pengacara, Residivis di Balikpapan Dituntut 1,5 Tahun Penjara
Ia menyoroti perlunya sosialisasi yang lebih intensif kepada petani dan peladang terkait kondisi kekeringan yang masih berlanjut.
"Sosialisasi betul-betul harus intensif sekarang kepada para petani kita atau peladang bahwa memang ini kekeringan masih berlanjut. Jangan dulu berpikir mau ditanam," ujarnya.
Albert mencontohkan hasil penelitiannya di Rantau Layung, Kabupaten Paser, di mana petani masih berpatokan pada posisi bintang untuk mulai menanam.
"Mereka sudah siap menanam, dibakarnya terus ditugal. Padahal hujannya masih beberapa bulan lagi baru datang. Nah, ini kan rugi mereka sendiri," katanya.
Lebih lanjut, dia mengingatkan adanya oknum yang sengaja membiarkan kebakaran berlarut-larut demi menarik bantuan.
"Ada beberapa berita saya baca di internet. Ada juga oknum yang kebakaran ini perlu berlarut-lanjut dan makin bahaya supaya dunia itu terenyuh, ngasih sumbangan dana. Jadi penyediaan handy talky, bahan-bahan untuk kesehatan dan peralatan-peralatan ringan kebakaran," ungkapnya.
Ia pun meminta BPBD dan tim terkait untuk lebih selektif dalam memverifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam penanganan Karhutla.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




