KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Industri perhotelan di Kota Minyak mulai menapaki jalur pemulihan seiring meningkatnya okupansi di bulan-bulan berakhiran “ber” seperti September, Oktober, November, dan Desember.
Setelah semester pertama tahun ini diwarnai tekanan akibat kebijakan efisiensi pemerintah, kini pelaku industri mulai merasakan geliat positif. Disampaikan oleh General Manager Blue Sky Hotel Balikpapan I Nyoman Bandisa Sastika, biasanya periode akhir tahun selalu menjadi masa panen bagi sektor perhotelan.
“Kalau secara okupansi memang dari statistik kita bulan-bulan yang ada ‘ber’-nya itu seperti September, Oktober, November dan Desember biasanya cukup memberikan harapan untuk kita bisa punya performa lebih baik,” bebernya.
Berdasarkan catatan internal dua tahun terakhir, tingkat okupansi pada periode ini berkisar 70–80 persen. Tren positif tersebut diharapkan kembali terulang di 2025.
“Momen ini kita manfaatkan untuk memaksimalkan pendapatan sekaligus membangun branding. Karena semakin banyak tamu yang datang, semakin besar peluang memperkenalkan fasilitas baru yang kita miliki,” tambahnya.
Blue Sky Hotel kini memperkuat citra modern dengan memperbarui fasilitas dan peremajaan, mulai kamar, ballroom hingga area meeting room. Inovasi ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan tamu korporat dan pemerintahan yang kerap menggelar pertemuan besar, serta memberikan kenyaman lebih dan betah menginap kembali kemari.
“Syukurnya sejak Juli, kegiatan pemerintahan dan korporat sudah mulai berjalan kembali. Walaupun ya ada turun lagi, namun sejak Oktober kemarin okupansi kita hampir close di 70 persen, semoga tren positif terus berlanjut hingga akhir tahun dan selanjutnya,” kata Bandisa.
Ia menyebut optimisme ini penting karena Balikpapan memiliki posisi strategis sebagai kota industri dan pusat bisnis Kalimantan. Dengan proyeksi okupansi yang diharapkan mampu stabil hingga Desember, hotel-hotel di Balikpapan kini bersiap menutup tahun dengan performa yang lebih baik dibanding semester awal.
“Dua tahun terakhir menunjukkan pola yang sama, jadi kita harap 2025 bisa ditutup dengan hasil menggembirakan juga,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo