KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Laju impor Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menggeliat. Setelah sempat melambat pada Agustus, kinerja impor melonjak tajam di September 2025. Nilainya menembus USD 438,38 juta, atau naik 41,21 persen hanya dalam sebulan. Lonjakan besar itu terutama disumbang dari sektor minyak dan gas bumi (migas).
Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana mengatakan, kenaikan terjadi meski impor nonmigas justru turun. “Peningkatan nilai impor disebabkan karena naiknya nilai impor migas sebesar 59,97 persen, meskipun nilai impor nonmigas turun 16,55 persen,” jelasnya.
Nilai impor migas Kaltim pada September 2025 tercatat sebesar USD 374,87 juta, meningkat dibandingkan Agustus yang hanya USD 234,34 juta. Sebaliknya, impor nonmigas turun dari USD 76,11 juta menjadi USD 63,51 juta.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, nilai impor Kaltim juga tumbuh tipis 0,62 persen. “Peningkatan nilai impor migas terjadi pada semua komoditas. Impor gas mengalami kenaikan tertinggi 49,30 persen, diikuti kenaikan impor minyak mentah 47,42 persen, dan impor hasil minyak 16,55 persen,” ungkap Yusniar.
Kenaikan mencerminkan masih kuatnya ketergantungan Kaltim terhadap impor migas untuk memenuhi kebutuhan energi dan bahan baku industri di daerah penghasil sumber daya tersebut. (*)
Editor : Sukri Sikki