Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Ajang Pemilihan Duta Wisata Indonesia di Balikpapan Jadi Momentum Kebangkitan Ekonomi Kreatif

Ulil Mu'Awanah • Senin, 10 November 2025 | 18:44 WIB

 

AJANG KECANTIKAN: Kemeriahan pemilihan Duta Wisata Indonesia 2025 yang berlansgung di Hotel Novotel Balikpapan, Minggu (9/11).
AJANG KECANTIKAN: Kemeriahan pemilihan Duta Wisata Indonesia 2025 yang berlansgung di Hotel Novotel Balikpapan, Minggu (9/11).

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Tak hanya menjadi ajang kecantikan dan pengetahuan, malam puncak pemilihan Duta Wisata Indonesia 2025 di Hotel Novotel Balikpapan, Minggu (9/11), menjelma jadi simbol kebangkitan ekonomi kreatif daerah.

Serta menunjukkan komitmen Balikpapan dalam memimpin pengembangan pariwisata nasional di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Sekretaris Dinas Pariwisata Kaltim, Restiawan Baihaqi menegaskan, pariwisata tidak hanya soal promosi keindahan alam dan budaya, tetapi juga fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi inklusif dan demokrasi ekonomi masyarakat.

Sektor ini juga menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi lokal, seiring meningkatnya sinergi antara pemerintah daerah, pelaku UMKM dan masyarakat kreatif.

“Pariwisata adalah jembatan antara ekonomi dan budaya. Melalui sektor ini, kita bisa memperkuat daya saing daerah sekaligus menjaga identitas bangsa,” ujarnya.

Ia menyebut, dalam dua tahun terakhir sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kaltim telah menunjukkan peningkatan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Bahkan, lebih dari 120 pelaku UMKM berhasil menembus pasar Asia dan Asia Tenggara berkat dukungan kolaborasi lintas sektor.

“Kalimantan Timur memiliki potensi luar biasa, bukan hanya dari alamnya, tetapi dari semangat kreatif masyarakatnya. Ini adalah modal besar yang harus terus kita rawat,” kata Restiawan.

Menurutnya, integrasi antara pelaku UMKM, pariwisata dan ekonomi digital merupakan kunci utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Pemerintah provinsi bersama kota/kabupaten kini terus berupaya membangun ekosistem yang mendukung kolaborasi antara pengusaha lokal, komunitas, dan sektor swasta.

Penyelenggaraan pemilihan Duta Wisata Indonesia 2025 di Balikpapan juga disebut sebagai langkah nyata menuju visi Indonesia Emas 2045. Melalui ajang ini, generasi muda dilatih untuk menjadi komunikator budaya, promotor pariwisata, dan inovator sosial yang mampu membawa Indonesia bersaing di tingkat global.

“Pemenang sejati bukan hanya mereka yang dinobatkan malam ini, tetapi mereka yang terus berkontribusi nyata di masyarakat. Duta Wisata sejati adalah yang mampu membawa pesan cinta Tanah Air dan memperkenalkan persona Indonesia ke dunia,” tutur Restiawan.

Dalam konteks pembangunan IKN, Balikpapan diproyeksikan menjadi kota penyangga utama sektor jasa, logistik, dan pariwisata. Oleh karena itu, penguatan ekosistem pariwisata berbasis masyarakat menjadi salah satu agenda penting pemerintah daerah.

Sebagai tuan rumah penyelenggaraan tingkat nasional, Balikpapan mendapat sorotan besar dari berbagai provinsi di Indonesia. Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud yang hadir langsung dalam acara tersebut menegaskan bahwa ajang duta wisata bukan hanya kompetisi, tetapi bagian dari strategi besar untuk memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kalimantan Timur.

"Kami ingin menunjukkan bahwa Balikpapan siap menjadi pemimpin dalam industri kreatif dan pariwisata kawasan IKN,” tegasnya. Rahmad juga menekankan bahwa seluruh finalis adalah duta sejati Indonesia yang membawa semangat untuk memajukan pariwisata secara inklusif dan berkelanjutan.

Menurutnya, tantangan ke depan semakin kompleks, mulai dari pemulihan pascapandemi, penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM), hingga adaptasi terhadap isu global seperti perubahan iklim dan fenomena over tourism.

“Pariwisata adalah sektor masa depan yang inklusif dan berkelanjutan. Anak muda merupakan energi utama yang menentukan arah perkembangannya,” ujarnya lagi.

Ia menilai generasi muda perlu tampil sebagai agen perubahan yang kreatif, adaptif, dan berkomitmen terhadap pembangunan berkelanjutan. Ajang Duta Wisata Indonesia 2025 merupakan bagian dari rangkaian Balikpapan Fest 2025, yang sekaligus menunjukkan kesiapan daerah dalam menyambut transformasi ekonomi menuju IKN.

Rahmad optimistis momentum seperti Duta Wisata Indonesia, Kalimantan Bike Week dan berbagai kegiatan ekonomi kreatif lainnya akan terus memperkuat posisi Balikpapan sebagai kota wisata modern dan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan Timur.

Dengan semangat kolaboratif dan dukungan lintas sektor, ajang Duta Wisata Indonesia 2025 tak hanya menorehkan kesan mendalam bagi peserta dan penonton, tetapi juga menandai babak baru bagi Balikpapan untuk bertransformasi dari kota industri menjadi kota destinasi wisata unggulan dan pusat ekonomi kreatif kawasan IKN.

“Kami percaya pariwisata adalah wajah masa depan Balikpapan. Dengan kolaborasi, kreativitas, dan semangat muda, kita bisa menjadikan kota ini sebagai etalase Indonesia di era IKN,” pungkas Rahmad. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#ekonomi kreatif #Duta Wisata Indonesia #Novotel Balikpapan #pariwisata #balikpapan