KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Keluarga besar Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Balikpapan Barat menyambangi Gedung Biru Kaltim Post, Selasa (11/11).
Sebanyak 50 peserta didik dari jenjang kelas 7 dan 8 mengikuti kegiatan outing kelas, sebuah program pembelajaran di luar kelas yang dirancang untuk memperluas wawasan serta menumbuhkan semangat belajar melalui pengalaman langsung di lapangan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya SKB Balikpapan Barat dalam menghadirkan model pendidikan yang tidak monoton dan lebih kontekstual. Para peserta diajak mengunjungi berbagai lokasi industri dan tempat kerja termasuk Kaltim Post, agar bisa melihat secara nyata bagaimana dunia kerja beroperasi, sekaligus memahami kaitannya dengan pelajaran yang mereka dapatkan di kelas.
Saat mendampingi para anak didiknya, Kepala SKB Balikpapan Barat Ursilah menjelaskan, program ini merupakan bentuk inovasi pembelajaran yang menempatkan peserta didik sebagai pusat aktivitas belajar.
“Sebetulnya ini programnya SKB, namanya outing kelas. Jadi pembelajaran di luar kelas supaya anak-anak itu punya wawasan yang lebih lagi, apalagi kita nyarinya itu memang di tempat-tempat yang langsung terjun ke industri atau ke tempat kerja,” ucapnya.
Menurutnya, pembelajaran seperti ini tidak hanya memberi suasana baru, tetapi juga memantik rasa ingin tahu dan minat karier para peserta didik sejak dini. “Anak-anak jadi tahu bahwa pekerjaan di luar itu seperti apa. Jadi nggak sekadar teori atau materi di buku, tapi mereka bisa lihat praktiknya langsung. Itu yang membuat mereka lebih antusias,” tambah Ursilah.
Dia menyebut pihaknya berharap kegiatan semacam ini tidak berhenti pada satu lokasi atau satu jenjang kelas saja. “Harapan saya, ke depan pengetahuan yang diberikan kepada anak-anak tidak sebatas outing di satu tempat saja, tapi bisa lebih luas, bisa ke berbagai lokasi,” ungkapnya.
Di sisi lain, antusiasme peserta menjadi bukti keberhasilan kegiatan ini. Selama mengikuti program, para siswa tampak gembira dan bersemangat. Mereka tidak hanya memperoleh ilmu baru, tetapi juga pengalaman nyata yang sulit didapat dari ruang kelas.
“Ternyata mereka lebih happy. Apalagi sekarang pembelajaran yang mendalam itu memang harus menyenangkan. Salah satunya ya dengan cara seperti ini,” kata Ursilah lagi.
SKB Balikpapan Barat sendiri merupakan lembaga pendidikan nonformal di bawah naungan pemerintah yang melayani berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga kesetaraan setara SMA. Saat ini, lembaga tersebut memiliki 12 kelas reguler untuk program kesetaraan dan 4 kelas PAUD yang rutin melaksanakan kegiatan serupa untuk anak-anak usia dini.
Dengan konsep belajar yang fleksibel, SKB Balikpapan Barat menjadi salah satu lembaga pendidikan yang berperan penting dalam menyediakan akses pendidikan bagi masyarakat luas, terutama bagi mereka yang membutuhkan jalur alternatif selain sekolah formal.
Melalui kegiatan seperti “Outing Kelas”, SKB berusaha menunjukkan bahwa belajar dapat dilakukan di mana saja, kapan saja, dan dengan cara yang menyenangkan.
“Intinya, kami ingin membentuk pengalaman belajar yang berkesan. Dan kami ingin, anak-anak kami di SKB juga punya kesempatan yang sama dengan sekolah lainnya. Supaya anak-anak merasa bahwa belajar itu bukan kewajiban yang membosankan, tapi sesuatu yang seru dan membuka wawasan mereka tentang dunia nyata,” tutup Ursilah penuh semangat. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo