KALTIMPOST.ID-Selain efisiensi yang dilakukan pemerintah, beberapa momen turun menggerus okupansi perhotelan di Kota Minyak.
Aksi demonstrasi yang terjadi pada awal September 2025 di Balikpapan ternyata berimbas pada sektor perhotelan.
Meski situasi di lapangan relatif kondusif, persepsi negatif dari luar daerah membuat banyak kegiatan pemerintahan dan bisnis ditunda, bahkan dibatalkan.
General Manager Blue Sky Hotel Balikpapan I Nyoman Bandisa Sastika mengatakan, dampak terbesar terasa pada tingkat hunian kamar.
“September kami sempat berharap bagus, tapi kena isu demo tanggal 1 sampai 5 September. Walaupun di Balikpapan tidak seheboh Jakarta, tetap saja ada dampak,” tuturnya.
Menurut Bandisa, sejumlah instansi dan tamu dari luar kota memilih menunda perjalanan ke Balikpapan karena khawatir terhadap situasi yang belum pasti.
“Ada pikiran ‘demo, udah nggak usah traveling dulu’. Akhirnya banyak pembatalan dan penundaan kegiatan pemerintahan,” ujarnya.
Baca Juga: Kilang Balikpapan Beroperasi Siap-Siap Surplus Solar Nasional, Mandatori B50 Harus Clear and Clean
Padahal, lanjutnya, secara statistik September seharusnya menjadi bulan yang kuat untuk bisnis perhotelan.
“Dari dua tahun terakhir, bulan September biasanya bagus. Tapi karena isu demo itu, okupansi turun ke kisaran 50-an persen saja. Jauh dari target 70-80 persen ataupun pada tahun-tahun sebelumnya,” ungkapnya.
Meski demikian, ia menilai pemulihan mulai berjalan setelah situasi kembali normal. Meskipun tidak begitu gesit.
“Oktober sudah mulai bagus, hampir 70 persen. Karena kegiatan pemerintahan dan korporat ada beberapa sudah kembali aktif walaupun tidak sepenuhnya, apalagi efisiensi masih berjalan,” tambahnya.
Bandisa menekankan faktor psikologis seperti isu keamanan memang bisa sangat memengaruhi keputusan perjalanan bisnis dan pemerintahan.
“Padahal di lapangan aman-aman saja, tapi persepsi publik itu penting. Makanya ke depan, koordinasi antar pelaku pariwisata dan pemerintah perlu diperkuat supaya isu seperti ini tidak terlalu berdampak,” ujarnya. (rd)
ULIL MUAWANAH
Editor : Romdani.