Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Tamu dari Sektor Migas Topang Kinerja Industri Perhotelan di Balikpapan

Ulil Mu'Awanah • Jumat, 14 November 2025 | 20:02 WIB
SWASTA: Tamu dari sektor migas menjadi penyelamat kinerja perhotelan sepanjang tahun ini, kontribusinya bisa mencapai 30 persen dari total okupansi.
SWASTA: Tamu dari sektor migas menjadi penyelamat kinerja perhotelan sepanjang tahun ini, kontribusinya bisa mencapai 30 persen dari total okupansi.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Industri perhotelan di Balikpapan masih mampu bertahan di tengah tekanan perubahan kebijakan pemerintah dan perlambatan ekonomi.

Salah satunya berkat dukungan dari aktivitas sektor minyak dan gas (migas) yang berjalan sepanjang 2025. Tamu dari sektor tersebut masih stabil sehingga mampu menopang okupansi hotel.

Pada sejumlah hotel besar, kontribusi sektor migas diperkirakan mencapai 30 persen dari total okupansi. “Kalau untuk oil and gas relatif stabil. Kontribusinya dengan pemerintahan itu hampir sama, kurang lebih lah, 50-50,” ucap General Manager Blue Sky Hotel Balikpapan I Nyoman Bandisa Sastika.

Menurutnya, tamu sektor migas merupakan penopang utama bisnis perhotelan di kota ini. Ia menyontohkan keberadaan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina Balikpapan yang memberi dampak langsung terhadap peningkatan okupansi hotel.

Proyek tersebut mendatangkan tenaga kerja, kontraktor hingga konsultan dari berbagai daerah. “Lokasi hotel kami strategis, dekat dengan proyek RDMP dan dermaga, jadi banyak tamu sektor migas menginap di sini," terangnya.

Selain sektor migas, aktivitas perusahaan tambang juga ikut memberikan dorongan signifikan, khususnya pada kuartal ketiga dan keempat saat perusahaan-perusahaan berupaya menyelesaikan target proyek. “Biasanya akhir tahun perusahaan-perusahaan ini mengejar target proyek, jadi pertemuan bisnis dan perjalanan kerja meningkat,” tambah Bandisa.

Menurut Bandisa, kombinasi pasar dari tamu pemerintahan, migas dan tambang membuat industri perhotelan Balikpapan mampu bertahan meski tekanan ekonomi global dan domestik meningkat. Ia menilai bahwa keberlanjutan dua sektor industri besar migas dan tambang menjadi kunci menjaga tingkat hunian tetap stabil.

“Selama dua sektor ini aktif, kita bisa menjaga okupansi di kisaran aman. Itu yang bikin kita tetap optimis,” tegasnya. Ia berharap hotel-hotel di Balikpapan terus memperkuat hubungan dengan pelaku industri, khususnya sektor korporat dan energi. Langkah adaptif diperlukan agar hotel tetap menjadi pilihan utama bagi tenaga kerja proyek maupun pelaku bisnis.

Selain itu, dengan dorongan dari sektor industri dan pemerintah, pelaku perhotelan berharap adanya tren positif dan keberlanjutan seiring pengembangan kawasan industri dan proyek strategis nasional di Kalimantan Timur. “Ke depan, kita perlu terus adaptif. Pasar korporat dan migas adalah penyelamat ketika kegiatan pemerintahan sedang sepi,” pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#industri perhotelan #tamu #migas #hotel #perlambatan ekonomi #balikpapan