KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pergeseran preferensi masyarakat terhadap layanan pembayaran yang lebih cepat dan efisien berdampak nyata pada kinerja dua kanal pembayaran Bank Indonesia di Kalimantan Timur.
Sepanjang triwulan II 2025, transaksi Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) mengalami penurunan signifikan, sementara BI-FAST justru terus mencatatkan pertumbuhan baik dari sisi nominal maupun volume.
Kepala KPw BI Kaltim Budi Widihartanto memaparkan kondisi tersebut mencerminkan dinamika pemilihan kanal pembayaran oleh masyarakat.
Dari sisi nilai, SKNBI terkontraksi 16,14 persen (yoy), lebih dalam dibanding triwulan I 2025 yang terkontraksi 12,64 persen (yoy). Nominal transaksi yang tercatat pada triwulan II hanya Rp7,46 triliun, turun dari triwulan sebelumnya yang mencapai Rp 8,28 triliun. Tekanan juga muncul pada jumlah transaksi.
Baca Juga: Nominal RTGS Kaltim Tumbuh 1,29 Persen tapi Volumenya Tergerus hingga 12,97 Persen
"Volume transaksi SKNBI mengalami kontraksi m 15,20 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan triwulan I-2025 yang terkontraksi mencapai 7,67 persen (yoy),” ujarnya.
Volume transaksi SKNBI pada triwulan II 2025 tercatat 144.957 transaksi, lebih rendah dari triwulan I yang mencapai 156.299 transaksi. Budi menjelaskan bahwa penurunan tersebut tidak terlepas dari perubahan kebiasaan masyarakat.
“Kondisi penurunan yang dialami oleh SKNBI merupakan dampak shifting perubahan preferensi masyarakat yang saat ini banyak menggunakan BI-FAST,” jelasnya.
Berbeda dengan SKNBI, performa BI-FAST menunjukkan arah sebaliknya. “Transaksi BI-FAST pada triwulan II-2025 mengalami pertumbuhan dari sisi nominal dan volume transaksi,” tutur Budi.
Baca Juga: Lama Menginap Tamu Asing di Kaltim Naik pada September 2025, Angkanya Bikin Kaget
Secara nominal, BI-FAST tumbuh 14,83 persen (yoy), meski melambat dibanding triwulan I yang tumbuh 48,07 persen (yoy). Nilai transaksi pada triwulan II tercatat Rp22,62 triliun. Dari sisi volume, pertumbuhan juga terjadi.
“Volume transaksi BI-FAST mengalami peningkatan 24,16 persen (yoy), meski melambat dibandingkan dengan triwulan I 2025 yang tumbuh sebesar 58,55 persen (yoy),” paparnya.
Volume transaksi BI-FAST mencapai 22,62 juta transaksi, jumlah yang jauh melampaui kanal SKNBI. Budi menyebut tren itu sebagai konsekuensi logis dari perubahan perilaku digital masyarakat.
“Tren pertumbuhan positif BI-Fast merupakan dampak dari adanya perubahan preferensi masyarakat serta kondisi aktivitas ekonomi di Kaltim yang masih tumbuh membaik di triwulan II 2025,” terangnya. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki