KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Arus perkembangan penduduk Kaltim kembali menunjukkan dinamika baru. Meski kelompok usia 15 tahun ke atas terus bertambah, jumlah angkatan kerja justru mengalami penurunan dalam setahun terakhir.
Pola tersebut memperlihatkan perubahan perilaku kerja masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang bergerak cepat. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Yusniar Juliana menjelaskan bahwa jumlah penduduk usia kerja meningkat sejalan dengan pertumbuhan penduduk.
“Penduduk usia kerja merupakan semua orang yang berumur 15 tahun ke atas. Penduduk usia kerja mengalami tren yang cenderung meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk Kaltim,” ujarnya.
Pada Agustus 2025, jumlah penduduk usia kerja di Kaltim tercatat 3.120.112 orang, naik 13.806 orang dibanding Agustus 2024. Dari jumlah itu, 2.077.413 orang (66,58 persen) masuk kategori angkatan kerja, sementara 1.042.699 orang (33,42 persen) berada pada kelompok bukan angkatan kerja.
Baca Juga: Waspada Gelombang Penipuan Berbasis AI: Peringatan Keras dari OJK Kaltim–Kaltara
Komposisi angkatan kerja terdiri atas 1.969.739 penduduk bekerja dan 107.674 pengangguran. Dalam setahun, jumlah angkatan kerja turun 6.056 orang, dengan penurunan penduduk bekerja sebesar 6.708 orang, sedangkan pengangguran naik 652 orang.
Yusniar menyebut tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) memberi gambaran seberapa aktif ekonomi masyarakat usia kerja. “TPAK adalah persentase banyaknya angkatan kerja yang terdiri dari penduduk bekerja dan pengangguran terhadap banyaknya penduduk usia kerja,” jelasnya.
Pada Agustus 2025, TPAK Kaltim berada di angka 66,58 persen, turun 0,49 persen poin dibanding tahun sebelumnya. Jika dirinci menurut jenis kelamin, partisipasi laki-laki masih mendominasi. TPAK laki-laki sebesar 83,14 persen, jauh lebih tinggi daripada TPAK perempuan yang sebesar 48,72 persen.
Dalam setahun, keduanya mengalami penurunan. TPAK laki-laki turun 0,61 persen poin, sementara TPAK perempuan turun 0,35 persen poin. Penurunan itu menunjukkan adanya perubahan dalam keterlibatan penduduk usia kerja di pasar tenaga kerja. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki