Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Livin’ Fest 2025 Balikpapan Hadirkan 176 Tenant UMKM, Layanan Publik Digital, dan Festival Kreatif untuk Dorong Ekonomi Kalimantan

Ulil Mu'Awanah • Kamis, 20 November 2025 | 20:04 WIB
Dari kiri Rahmad Mas’ud, Kapolda Kaltim Irjen Endar Priantoro, dan Agus Kurniawan dalam pembukaan Mandiri Livin’ Fest di BSB, Kamis (20/11). (FOTO ANGGI PRADITHA/KP)
Dari kiri Rahmad Mas’ud, Kapolda Kaltim Irjen Endar Priantoro, dan Agus Kurniawan dalam pembukaan Mandiri Livin’ Fest di BSB, Kamis (20/11). (FOTO ANGGI PRADITHA/KP)

KALTIMPOST.ID-Kebangkitan ekonomi kreatif Kalimantan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan arah positif, meski tantangan digitalisasi dan akses pasar masih dirasakan banyak UMKM.

Di tengah kebutuhan pelaku usaha untuk tampil, terkoneksi, dan memperluas pasar, Bank Mandiri menghadirkan Livin’ Fest 2025 Balikpapan.

Ajang itu sebagai festival ekonomi terpadu yang menawarkan solusi dalam satu ruang: pameran UMKM, kolaborasi kreatif, layanan keuangan digital, hingga akses layanan publik.

Festival yang digelar mulai Kamis (20/11) hingga Minggu (23/11) di Kompleks Balikpapan SuperBlock (BSB) itu menghadirkan 176 tenant lintas sektor.

Acara berlangsung secara indoor dan outdoor. Skala tersebut membuat Livin’ Fest bukan sekadar event perbankan, tetapi ruang interaksi ekonomi masyarakat Kalimantan yang semakin dinamis.

“Mulai kuliner, fashion, kriya, kecantikan, hingga gaya hidup, seluruhnya tersaji dengan kurasi yang relevan untuk publik urban dan pelaku usaha,” beber Regional CEO Bank Mandiri Region IX/Kalimantan Agus Kurniawan, Kamis (20/11).

Ia menjelaskan, bahwa Livin’ Fest dirancang sebagai katalis pertumbuhan ekonomi daerah, dengan menghadirkan ekosistem yang mempertemukan UMKM, industri kreatif, dan masyarakat dalam satu wadah.

“Livin’ Fest adalah ruang sinergi tempat masyarakat, pelaku usaha, dan industri kreatif bisa bertumbuh bersama. Kami ingin kehadiran Bank Mandiri di Kalimantan memberikan dampak nyata bagi ekonomi daerah,” ucap Agus.

Salah satu inovasi yang membuat festival itu berbeda adalah hadirnya Government Hub, sebuah zona layanan publik terpadu yang memungkinkan pengunjung mengurus berbagai dokumen penting tanpa harus ke kantor instansi masing-masing.

Layanan seperti pembuatan paspor, perpanjangan SIM, layanan kependudukan digital, hingga administrasi perpajakan dapat diakses langsung di lokasi festival.

Kolaborasi itu diharapkan mempermudah masyarakat sekaligus meningkatkan literasi layanan publik digital.

Livin’ Fest juga menggandeng sejumlah event kreatif nasional seperti Inacraft, Jakarta Coffee Week, FnB Indonesia, serta pameran elektronik dan lifestyle.

Integrasi berbagai kurasi nasional itu memberi warna baru bagi festival dan menarik minat pengunjung dari berbagai kalangan, terutama generasi muda yang mencari pengalaman baru dan produk kreatif berkualitas.

Di sektor pembiayaan, Bank Mandiri menghadirkan sejumlah program intermediasi yang diperkuat dengan promo khusus HUT Mandiri “Semua Hepi”.

Pengunjung bisa memanfaatkan cashback hingga Rp 2,7 juta untuk Mandiri KPR dan Mandiri Auto, serta mengikuti program undian berhadiah 27 item menarik.

Bahkan di lokasi acara yang berada di atrium mal, terdapat lebih dari 20 pengembang properti, antara lain Sinar Mas Land, Ciputra, dan Agung Podomoro Land, turut memamerkan produk hunian terbaru yang cocok bagi keluarga muda maupun investor.

Sementara itu, 13 diler otomotif seperti BYD Indonesia, Auto 2000, dan Hyundai Arista menghadirkan berbagai pilihan kendaraan yang dapat diuji coba langsung melalui fasilitas test drive.

Seluruh layanan transaksi, pembiayaan, hingga promo dikonsolidasikan melalui aplikasi Livin’ by Mandiri.

Platform digital itu telah menjadi tulang punggung layanan finansial Bank Mandiri dengan lebih dari 35 juta pengguna.

Agus menyampaikan, sepanjang Januari–September 2025, frekuensi transaksi di Livin’ by Mandiri tumbuh 25 persen dengan nilai transaksi mencapai Rp 3.220 triliun atau naik 10 persen.

Transformasi digital tersebut turut meningkatkan efisiensi pembukaan rekening baru, di mana lebih dari 91 persen kini dilakukan secara digital.

Selain memperkuat ekosistem ekonomi, Livin’ Fest juga dirancang sebagai ruang hiburan dan komunitas.

Panggung utama menghadirkan musisi nasional seperti Nadhif Basalamah, Anggi Marito, dan Element.

Ada pula workshop kreatif, aktivitas komunitas, serta sebagai penutup digelar Run Fest dengan rute Fun Run 5K dan 10K turut menambah daya tarik festival bagi berbagai kalangan.

Melalui pendekatan holistik itu, Bank Mandiri ingin menjadikan Livin’ Fest sebagai agenda tahunan yang memberi dampak langsung bagi penguatan ekonomi daerah, terutama di wilayah yang tengah berkembang seperti Kalimantan.

“Di pengujung tahun ini, Bank Mandiri ingin merayakan kontribusi yang benar-benar bisa dirasakan masyarakat. Livin’ Fest adalah panggung kolaborasi yang menyatukan UMKM, industri kreatif, dan layanan finansial dalam satu semangat besar: Sinergi Majukan Negeri,” tutup Agus.

Dengan konsep yang semakin matang dan kolaborasi lintas sektor yang meluas, Livin’ Fest 2025 Balikpapan menegaskan posisi Kalimantan sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia.

Sekaligus membuka ruang lebih besar bagi UMKM, komunitas, dan industri kreatif untuk terus naik kelas. (rd)

Editor : Romdani.
#penajam paser utara #ibu kota nusantara #ekonomi kreatif #bank mandiri #Kutai Barat