KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Minat masyarakat terhadap investasi emas terus melonjak dalam beberapa tahun terakhir, khususnya di Kalimantan yang dikenal sebagai salah satu daerah dengan potensi logam mulia terbesar di Indonesia.
Fenomena ini dimanfaatkan BSI untuk memperkuat posisinya sebagai bank bulion dengan layanan emas paling lengkap di Tanah Air. Andhi Asni selaku Area Manager Bank Syariah Indonesia (BSI) Kaltimtara menjelaskan, bahwa produk emas menjadi salah satu pintu masuk utama bagi bank untuk menjangkau segmen nasabah baru.
Baik melalui tabungan emas, cicil emas, maupun gadai syariah, portofolio emas BSI mengalami pertumbuhan signifikan, terutama di Balikpapan. "Entry point bullion ini bisa menjangkau market yang butuh produk investasi tapi mungkin masih ragu. Dan secara area, Balikpapan menyumbang kontribusi terbesar terhadap portofolio emas kami," kata Andhi.
Ia menegaskan bahwa layanan emas BSI bersifat universal dan dapat dinikmati semua kalangan, bukan hanya umat Muslim. Hal ini sekaligus menjadi strategi bank untuk mengubah persepsi bahwa bank syariah identik hanya untuk kelompok tertentu.
"Kebanyakan nasabah melihat bank syariah hanya untuk Muslim. Padahal BSI itu universal, boleh dinikmati siapa saja. Secara transaksional sama seperti bank umum, hanya sistemnya yang dikelola secara syariah," jelasnya.
Melonjaknya minat emas juga didorong oleh pandangan masyarakat bahwa emas merupakan instrumen safe haven yang lebih stabil menghadapi ketidakpastian ekonomi. Hal ini memperkuat posisi BSI sebagai satu-satunya bank syariah nasional yang menempatkan layanan emas sebagai fokus utama.
Selain segmen retail, permintaan emas juga didorong oleh nasabah prioritas, pebisnis, ASN, BUMN, hingga karyawan payroll melalui layanan cicil emas yang semakin diminati.
Dengan pertumbuhan yang terus menguat, BSI menargetkan portofolio emas menjadi salah satu tulang punggung bisnis di Kalimantan. "Payroll lewat kita itu banyak yang akses cicil emas. Selain menabung, mereka juga diversifikasi investasi," jelas Andhi. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo