KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Bank Indonesia (BI) menegaskan Kalimantan Timur kini menjadi salah satu wilayah dengan pertumbuhan transaksi QRIS paling pesat di Indonesia. Implementasi QRIS Tap yang mulai dikenalkan BCA di Samarinda Central Plaza (SCP) menjadi lompatan baru dalam percepatan ekosistem pembayaran digital.
Kepala Kantor Perwakilan (KPw BI) Kaltim Budi Widihartanto menyebut kolaborasi dengan perbankan menjadi kunci perluasan jangkauan QRIS.
Dia menegaskan bahwa pertumbuhan QRIS di Kaltim sangat signifikan. “Transaksi QRIS itu mencapai Rp2,18 triliun di Kaltim. Dan bahkan di Samarinda itu mencapai Rp864 miliar,” bebernya. Dari sisi frekuensi, transaksi QRIS di Kaltim menembus 164 juta kali pada Oktober.
Menurut Budi, peluncuran QRIS Tap (teknologi QRIS berbasis NFC) akan membuat proses pembayaran semakin ringkas. “Yang memungkinkan pengguna transaksi dengan mendekatkan proses tanpa memakai kode QR. Jadi cepat tanpa harus melakukan kode lagi,” jelasnya. Fitur itu dinilai akan mempercepat aktivitas pembayaran ritel, terutama di pusat perbelanjaan.
Budi menilai hadirnya QRIS Tap memperluas pilihan pembayaran masyarakat sekaligus memperkuat literasi sistem pembayaran. Dia menegaskan bahwa perluasan fitur itu akan terus didorong bersama industri perbankan. “Kami juga berharap kolaborasi dapat berlanjut, sehingga masyarakat mendapatkan pengalaman transaksi yang semakin cepat, aman dan nyaman,” katanya.
Dengan jangkauan QRIS yang makin luas dan adopsi QRIS Tap yang mulai berjalan melalui BCA, BI meyakini Kaltim akan menjadi provinsi terdepan dalam percepatan digitalisasi transaksi di kawasan Kalimantan. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo