Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Treasury Goes to Campus DJPb Kaltim Bersama FEB Unmul, Ajak Mahasiswa Kawal APBN, Literasi Fiskal Jadi Target Utama

Nasya Rahaya • Selasa, 25 November 2025 | 18:40 WIB

 

KOLABORASI: Kepala Kanwil DJPb Kaltim Edhi Mulyadi bersama Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FEB Unmul, Dwi Risma Deviyanti membuka kegiatan Treasury Goes to Campus di Aula Kanwil DJPb Kaltim.
KOLABORASI: Kepala Kanwil DJPb Kaltim Edhi Mulyadi bersama Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FEB Unmul, Dwi Risma Deviyanti membuka kegiatan Treasury Goes to Campus di Aula Kanwil DJPb Kaltim.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kaltim kembali mendorong keterlibatan mahasiswa dalam pengawasan kebijakan fiskal negara. Salah satunya melalui gelaran Treasury Goes to Campus yang digelar di Aula DJPb Kaltim, Senin (25/11).

Melalui kolaborasi dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulawarman, kegiatan ini dirancang bukan sekadar kuliah umum, tetapi upaya membangun generasi akademisi yang paham, kritis, dan mampu mengawal pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Dihadiri segenap civitas akademik dari FEB, kegiatan ini dikemas dalam bentuk kuliah umum bertajuk “Membangun Pemahaman Publik Mengenai Kebijakan Fiskal Nasional.”

Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FEB Unmul, Dwi Risma Deviyanti, membuka acara sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara kampus dan DJPb. “Ke depan kami berharap kerja sama ini dapat diperluas ke ruang akademis,” ujarnya.

Kepala Kanwil DJPb Kaltim, Edih Mulyadi, tampil sebagai pembicara utama. Dia menyoroti peran mahasiswa ekonomi dalam memahami tata kelola fiskal negara. Menurutnya ilmu ekonomi pembangunan menjadi salah satu pilar penting dalam kebijakan fiskal.

“APBN itu bukan tujuan. Ia hanya alat untuk mencapai tujuan bernegara,” tegasnya. Ia menjelaskan, APBN memegang tiga fungsi utama yakni stabilisasi ekonomi, alokasi anggaran dan distribusi kesejahteraan. “Ketika ekonomi melambat, APBN harus menjadi bantalan. Sebaliknya, ketika ekonomi memanas, APBN harus bisa menahan agar tetap stabil,” sebutnya.

Edih berharap mahasiswa memahami hal tersebut sehingga kelak dapat berkontribusi dalam penyusunan kebijakan fiskal nasional. “Saya doakan semoga mahasiswa yang di depan saya ini kelak di kemudian hari menjadi salah satu bagian penting di dalam merumuskan kebijakan fiskal nasional,” sebutnya.

Edih menilai mahasiswa punya peran strategis dalam pengawasan kebijakan fiskal. Menurutnya, pemahaman mengenai APBN harus menjadi pengetahuan publik, bukan hanya wacana teknokratis. “Setelah paham, kami berharap mahasiswa ikut memiliki. Bukan dalam arti menggunakan, tetapi ikut mengawasi. Ini uang rakyat. Manfaatnya harus kembali ke rakyat,” jelasnya.

Ia mencontohkan pengawasan terhadap berbagai program perlindungan sosial seperti bantuan langsung tunai (BLT) dan program keluarga harapan (PKH). Ketepatan sasaran, kata dia, menjadi aspek yang perlu diawasi publik, termasuk kelompok akademisi muda.

Selain mengawasi, Edih mendorong mahasiswa aktif memberi masukan berbasis riset. Kampus, punya ruang besar untuk melakukan kajian akademik terkait efektivitas kebijakan pemerintah, termasuk program makan bergizi gratis (MBG) maupun koperasi merah putih yang digarap pemerintah pusat. “Program baru pasti butuh penyempurnaan. Masukan dari mahasiswa sangat berarti,” katanya.

Treasury Goes to Campus merupakan program rutin DJPb Kaltim untuk mendekatkan literasi fiskal kepada generasi muda. Melalui kegiatan ini, DJPb Kaltim berharap muncul lebih banyak akademisi muda yang kritis, paham regulasi, serta mampu mengawal implementasi APBN demi kesejahteraan masyarakat. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#UNMUL #kebijakan #mahasiswa #djpb #Treasury Goes to Campus #FEB #fiskal