Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Tamatan SMA Masih Mendominasi, Pekerja Berpendidikan Tinggi di Kaltim Terus Naik

Raden Roro Mira Budi Asih • Rabu, 26 November 2025 | 20:16 WIB
UNIVERSITAS: Penduduk bekerja di Kaltim catatkan kenaikan konsisten untuk pekerja dengan pendidikan terakhir universitas.
UNIVERSITAS: Penduduk bekerja di Kaltim catatkan kenaikan konsisten untuk pekerja dengan pendidikan terakhir universitas.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Di tengah derasnya geliat pembangunan dan industri, struktur tenaga kerja Kalimantan Timur ikut berubah. Bukan lagi didominasi lulusan sekolah dasar, panggung kerja kini semakin penuh oleh mereka yang menenteng ijazah SMA hingga pendidikan tinggi.

Pergeseran tercermin jelas dalam rilis terbaru BPS Kaltim yang menunjukkan lonjakan signifikan pekerja berpendidikan menengah dan tinggi sepanjang 2023-2025.

Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana menjelaskan, kelompok tamatan SMA masih menjadi porsi terbesar tenaga kerja. “Pada Agustus 2025, penduduk bekerja masih didominasi oleh mereka yang berpendidikan SMA (27,56 persen), disusul oleh tamatan pendidikan tinggi (Diploma ke atas) sebesar 18,70 persen,” jelasnya.

Jika menengok grafik perkembangan 2023-2025, dominasi SMA memang stabil meski sedikit menurun (27,84 persen pada 2023, lalu 27,60 persen pada 2024 dan 27,56 persen pada 2025). Namun, lonjakan yang paling menonjol justru datang dari kelompok pendidikan tinggi.

Proporsi lulusan universitas naik dari 12,45 persen (2023) menjadi 13,36 persen (2024) kemudian melejit ke 14,91 persen (2025). Sementara itu, tamatan Diploma turut meningkat dari 3,29 persen (2024) menjadi 3,79 persen (2025).

“Proporsi penduduk bekerja dengan pendidikan Diploma ke atas meningkat dari 16,65 persen pada Agustus 2024 menjadi 18,70 persen pada Agustus 2025,” tegas Yusniar.

Kenaikan juga turut menggeser posisi pekerja tamatan SMP. Pada 2024, lulusan SMP masih 14,42 persen, namun pada 2025 turun menjadi 14,28 persen dan berada di bawah lulusan universitas.

Sebaliknya, kelompok berpendidikan rendah terus menyusut. Penurunan konsisten terjadi pada pekerja berpendidikan SD ke bawah dari 25,18 persen (2023) menjadi 24,43 persen (2024) dan turun signifikan ke 22,21 persen (2025).

Pola tersebut menegaskan peningkatan kualitas tenaga kerja di Kaltim. “Perkembangan ini menunjukkan bahwa komposisi tenaga kerja di Kaltim semakin didominasi oleh penduduk berpendidikan menengah dan tinggi, seiring dengan menurunnya proporsi tenaga kerja berpendidikan rendah,” terang Yusniar. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#pekerja #tenaga kerja #bps #lulusan sma #perguruan tinggi #kaltim