Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Inflasi Terkendali, Pemerintah Yakini 2026 Lebih Cerah

Raden Roro Mira Budi Asih • Sabtu, 29 November 2025 | 18:16 WIB
MENAHAN: Penyaluran beras SPHP serta gerakan pasar murah berhasil menahan gejolak inflasi pangan.
MENAHAN: Penyaluran beras SPHP serta gerakan pasar murah berhasil menahan gejolak inflasi pangan.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Indonesia berhasil menjaga inflasi pada level 2,86 persen (year on year/yoy) pada Oktober, berada dalam rentang target nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut keberhasilan tersebut hasil dari koordinasi solid antara kebijakan fiskal, moneter, serta aksi daerah melalui TPID.

“Inflasi terkendali karena sinergi seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah,” ujarnya. Belanja pengendalian inflasi kementerian/lembaga mencapai Rp67,2 triliun per September, sementara program stabilisasi pangan mampu menahan kenaikan harga komoditas Oktober-November.

Airlangga menegaskan bahwa mayoritas risiko pertumbuhan 2026 telah terserap pada tahun ini. “Seluruh risiko sudah price in dalam suku bunga, harga-harga, dan nilai tukar tahun ini,” katanya. Karena itu, baseline pertumbuhan ekonomi 2026 berada pada 5,4 persen sesuai APBN.

Di sisi lain, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebut stabilitas inflasi merupakan sinyal penting bagi BI untuk membuka ruang penurunan suku bunga tahun depan. “Kami akan memastikan kestabilan harga menjadi jangkar kebijakan moneter,” ucapnya.

Program bansos juga menjadi bantalan yang menahan gejolak inflasi pangan, termasuk penyaluran beras SPHP 624 ribu ton dan bantuan pangan 10 kg beras serta 2 liter minyak. Gerakan pasar murah tercatat lebih dari 11 ribu kegiatan sepanjang 2025.

Dengan kombinasi kebijakan tersebut, pemerintah optimistis inflasi tetap terkendali meski ketidakpastian global masih tinggi. “Yang terlihat untuk 2026 adalah upside risk,” tegas Airlangga dalam sambutannya di Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI), Jumat (28/11). (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#terkendali #beras #target #inflasi