Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat, lonjakan terbesar berasal dari ekspor nonmigas sektor industri yang tumbuh drastis.
Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana menyebut peningkatan nilai ekspor Oktober dipicu oleh membaiknya dua kelompok utama. “Peningkatan nilai ekspor total pada Oktober 2025 disebabkan oleh naiknya nilai ekspor pada sektor nonmigas maupun nilai ekspor migas,” ujarnya.
Di kelompok nonmigas, kenaikan terjadi merata. Sektor industri mencatat pertumbuhan paling tajam, yakni 45,55 persen. Disusul pertanian yang juga menggeliat dengan kenaikan 17,86 persen, sementara pertambangan tumbuh tipis 0,79 persen.
Namun jika membandingkan tahun ke tahun, gambaran tidak secerah itu. “Sebaliknya, sektor migas dan nonmigas mengalami penurunan jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya,” terang Yusniar.
Penurunan terutama dipicu anjloknya ekspor hasil tambang hingga 17,47 persen, serta hasil pertanian yang turun 2,22 persen. Beruntung, sektor industri masih mampu tumbuh 12,99 persen secara tahunan.
Pada periode Januari-Oktober 2025, struktur ekspor Kaltim masih didominasi komoditas tambang. “Komoditas hasil tambang tetap menjadi andalan ekspor dengan peranan 69,60 persen,” jelas Yusniar.
Sektor industri berada di posisi kedua dengan kontribusi 20,59 persen, disusul migas yang menyumbang 9,70 persen terhadap total ekspor.
Secara keseluruhan, total ekspor Kaltim pada Oktober 2025 mencapai USD 1.866,84 juta, tumbuh 11,23 persen dibandingkan September 2025. Akan tetapi, secara tahunan justru turun 14,98 persen. Hingga akhir Oktober, total nilai ekspor tercatat USD 17.107,47 juta, atau turun 14,71 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. (*)
Editor : Sukri Sikki