Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ekspor Balikpapan Turun 23,45 Persen, Damar Batu Munculkan Harapan Baru Non-Migas

Ulil Mu'Awanah • Kamis, 4 Desember 2025 | 19:25 WIB
POTENSIAL: Balikpapan berhasil melakukan ekspor damar baru melalui Pelabuhan Kaltim Kariangau Terminal, Kamis (27/11).
POTENSIAL: Balikpapan berhasil melakukan ekspor damar baru melalui Pelabuhan Kaltim Kariangau Terminal, Kamis (27/11).

KALTIMPOST.ID-Saat terjadi tekanan penurunan nilai ekspor Balikpapan pada September 2025, sinyal optimisme justru datang dari komoditas non-migas lokal yang mulai menunjukkan kekuatan barunya.

Salah satunya ialah damar batu, produk resin alami dari hutan Kalimantan yang berhasil menembus pasar internasional dan dinilai berpotensi menjadi komoditas unggulan baru daerah.

Adapun Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Balikpapan pada September 2025 hanya mencapai USD 384,89 juta, turun 23,45 persen dibandingkan Agustus yang menyentuh USD 502,80 juta.

Penurunan terjadi pada sektor non-migas yang merosot 24,97 persen menjadi USD 354,35 juta.

Kondisi itu memunculkan kekhawatiran, namun pemerintah daerah melihat peluang baru dalam penguatan komoditas berbasis sumber daya alam terbarukan.

“Produk damar batu merupakan salah satu komoditas potensial dengan kualitas kompetitif, dan permintaan ini terus datang dari berbagai negara. Saya yakin komoditas ini bisa menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah,” kata Kepala Dinas Perdagangan Balikpapan Haemusri Umar.

Selain itu, kata dia, sejak beroperasi pada Agustus 2025, Balikpapan Export Center memainkan peran vital terutama bagi UMKM yang selama ini mengalami hambatan administratif untuk memasuki pasar global.

Layanan yang diberikan mulai dari konsultasi prosedur ekspor, standardisasi produk, akses pembayaran internasional, pendampingan penyusunan dokumen, hingga fasilitasi perjanjian dagang.

“Export Center menyediakan layanan yang sangat dibutuhkan pelaku UMKM. Kehadiran mereka menjadi simbol strategis yang memungkinkan produk lokal menjangkau pasar global,” lanjutnya.

Dukungan pemerintah pusat terhadap penguatan ekspor daerah juga ditegaskan oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi.

Ia menyampaikan kontribusi ekspor Kaltim terhadap nasional masih sangat besar, yakni berada di kisaran 9 hingga 10 persen.

Nilai ekspor Kaltim tercatat mencapai USD 1,87 juta dan tumbuh 11,23 persen dibandingkan periode September 2025.

Baca Juga: Impor Migas Balikpapan Meningkat, Nigeria dan Angola Jadi Penyumbang Utama

Fajarini menekankan bahwa keberhasilan ekspor tidak bisa dilepaskan dari sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor usaha.

Menurutnya, kolaborasi adalah prasyarat utama untuk memastikan ekspansi pasar dan peningkatan produktivitas dapat dicapai secara berkelanjutan.

“Kita membutuhkan kolaborasi dari tingkat atas hingga bawah agar memiliki suara dan arah yang sama. Tanpa kolaborasi, sulit mencapai tujuan bersama. Ekspor adalah bagian penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka pasar baru,” ujarnya.

Ia menyoroti pentingnya penguatan UMKM sebagai motor penggerak ekonomi nasional. Kolaborasi lintas kementerian, termasuk Kementerian Koperasi dan UMKM menjadi strategi utama untuk meningkatkan kualitas dan standar produk ekspor.

“Kami mendorong peningkatan kualitas dan nilai tambah produk Indonesia agar mampu bersaing di pasar global. Penguatan UMKM menjadi salah satu kunci untuk menjaga pertumbuhan ekspor berkelanjutan,” kata Fajarini.

Kementerian Perdagangan menargetkan pertumbuhan ekspor nasional sebesar 7,1 persen pada 2025, dan capaian 7,7 persen pada semester I 2025 dinilai telah melampaui target awal.

Pemerintah bahkan memasang target jangka panjang 9,6 persen pada 2029 sebagai bagian dari roadmap menuju Indonesia Emas 2045.

Dengan penguatan komoditas lokal seperti damar batu, peningkatan standar ekspor, serta sinergi antara pusat dan daerah, Balikpapan dan Kaltim diharapkan dapat memperluas kontribusinya dalam struktur ekspor nasional.

“Optimisme itu menjadi penting di tengah tantangan penurunan nilai ekspor, sekaligus membuka peluang baru bagi perekonomian daerah untuk tidak hanya bergantung pada sektor migas, tetapi juga memperkuat basis ekspor non-migas yang lebih berkelanjutan,” pungkasnya. (rd)

Editor : Romdani.
#penajam paser utara #Wali Kota Balikpapan Rahmad Masud #kementerian perdagangan #ekspor impor #Kutai Barat