Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Di Tengah Kontraksi Investasi, Konsumsi Rumah Tangga Masih Jadi Penopang Ekonomi Balikpapan

Ulil Mu'Awanah • Senin, 8 Desember 2025 | 20:53 WIB
PENGELUARAN: Konsumsi rumah tangga menjadi penyelamat perekonomian Balikpapan pada Triwulan III-2025.
PENGELUARAN: Konsumsi rumah tangga menjadi penyelamat perekonomian Balikpapan pada Triwulan III-2025.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Di saat investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) mengalami kontraksi cukup dalam sebesar 13,52 persen, konsumsi rumah tangga justru menjadi penyelamat perekonomian Balikpapan pada Triwulan III-2025.

Komponen konsumsi menjadi motor pertumbuhan year on year (yoy) dan menahan perlambatan yang lebih besar. Secara tahunan, ekonomi Balikpapan tumbuh 9,32 persen.

Di balik angka itu, Komponen Pengeluaran Konsumsi Akhir Rumah Tangga (PK-RT) tercatat meningkat 3,59 persen. Konsumsi pemerintah (PK-P) tumbuh lebih tinggi sebesar 7,46 persen, menambah dorongan positif pada sisi pengeluaran.

“Daya beli masyarakat tetap tumbuh stabil dan memberikan efek penopang terhadap ekonomi. Pada saat investasi melemah, konsumsi menjadi jangkar utama yang menjaga pertumbuhan Balikpapan tetap tinggi,” terang Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama.

Struktur PDRB menurut pengeluaran pada Triwulan III-2025 pun menunjukkan dominasi komponen konsumsi dan belanja lain yang mencapai 42,66 persen. PK-RT menyumbang 21,92 persen, sementara PMTB tercatat sebesar 31,82 persen.

Namun tantangan muncul dari sisi investasi yang turun cukup tajam. "PMTB mengalami kontraksi q-to-q sebesar 5,58 persen, mengindikasikan perlambatan kegiatan pembangunan fisik serta penundaan sejumlah proyek," sebutnya.

Meskipun begitu, konsumsi pemerintah justru tumbuh 6,59 persen secara q-to-q, memberikan dorongan jangka pendek. Namun PK-RT justru turun 1,59 persen antar triwulan, menunjukkan adanya kehati-hatian konsumen di tengah kenaikan harga beberapa komoditas dan biaya hidup.

Marinda menekankan bahwa keseimbangan antara konsumsi dan investasi perlu dipulihkan. BPS menilai, pemulihan investasi Triwulan IV-2025 akan sangat menentukan arah ekonomi Balikpapan ke depan, terutama melihat peran kota ini yang semakin penting dalam rantai pasok menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Ketika konsumsi mulai melandai dan investasi masih tertekan, dibutuhkan stimulus yang mampu menjaga agar daya beli dan kegiatan pembangunan tetap bergerak,” jelasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#kinerja investasi #daya beli masyarakat #konsumsi #perekonomian Balikpapan #rumah tangga