KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 diproyeksikan menjadi salah satu momentum penting bagi pergerakan ekonomi sektor pariwisata di Balikpapan.
Pantai Segara Sari Manggar, sebagai destinasi wisata andalan, bersiap menghadapi peningkatan arus kunjungan yang diperkirakan turut mendorong perputaran ekonomi pelaku usaha lokal, mulai dari UMKM, pedagang kaki lima, hingga sektor jasa transportasi.
Data UPT Pantai Segara Sari Manggar menunjukkan tren kunjungan yang relatif meningkat menjelang akhir tahun. "Pada Oktober 2025, jumlah pengunjung tercatat sebanyak 11.072 orang, dengan komposisi pengunjung dewasa mencapai 9.592 orang dan anak-anak 1.479 orang," sebut Kepala UPT Pantai Segara Sari Manggar Yusdi, Sabtu (13/12).
Pergerakan kendaraan juga cukup signifikan, yakni 3.257 unit, didominasi kendaraan roda dua dan roda empat. Memasuki November 2025, kunjungan mengalami lonjakan cukup tajam. Jumlah wisatawan tercatat mencapai 15.065 orang, terdiri dari 12.774 pengunjung dewasa dan 2.290 anak-anak.
Jumlah kendaraan yang masuk ke kawasan pantai pun meningkat menjadi 4.554 unit. Angka ini mencerminkan meningkatnya minat masyarakat untuk berwisata, sekaligus sinyal positif bagi sektor ekonomi berbasis pariwisata di Balikpapan.
Sementara pada awal Desember 2025, jumlah kunjungan masih terpantau lebih rendah dengan 2.938 pengunjung dan 785 kendaraan. Namun kondisi tersebut dinilai wajar karena periode puncak libur Natal dan Tahun Baru belum dimulai. Pengelola memperkirakan lonjakan signifikan baru akan terjadi mulai pekan terakhir Desember hingga awal Januari 2026.
Yusdi mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipatif untuk memastikan kesiapan kawasan wisata menghadapi libur panjang Nataru. Persiapan tersebut tidak hanya difokuskan pada aspek kenyamanan dan keselamatan pengunjung, tetapi juga kelancaran aktivitas ekonomi di kawasan pantai.
“Untuk kesiapan jelang Nataru, kami sudah melaksanakan rapat persiapan pengamanan bersama stakeholder terkait, seperti Basarnas, BPBD, Dinas Perhubungan, Satpol PP, DKK, Tim Kamladu, serta TNI dan Polri. Pengamanan akan dilaksanakan mulai 24 Desember hingga 1 Januari 2026,” ujar Yusdi.
Ia menjelaskan, koordinasi lintas instansi menjadi kunci untuk memastikan aktivitas wisata berjalan aman dan tertib, terutama saat volume pengunjung meningkat drastis. Selain itu, secara internal UPTD juga telah menggelar rapat koordinasi teknis untuk mematangkan persiapan lapangan.
“Secara teknis internal, kami sudah melakukan rapat koordinasi terkait pengaturan lalu lintas di kawasan pantai, penempatan petugas, serta penyampaian imbauan kepada pengunjung. Semua ini kami siapkan agar masyarakat merasa nyaman saat berwisata ke Pantai Manggar,” katanya.
Tidak hanya Pantai Manggar, destinasi pantai lain di Balikpapan juga diperkirakan akan merasakan dampak positif dari libur panjang Nataru. Pergerakan wisatawan antar pantai berpotensi meningkatkan konsumsi masyarakat, baik pada sektor kuliner, penyewaan fasilitas wisata, hingga jasa parkir dan transportasi.
Menurut Yusdi, kesiapan destinasi wisata bukan hanya soal pengamanan, tetapi juga menjaga citra pariwisata daerah. Dengan pengelolaan yang baik, lonjakan pengunjung dapat diubah menjadi peluang ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
“Harapan kami, libur panjang ini bisa memberikan dampak ekonomi yang positif, namun tetap mengedepankan keselamatan dan kenyamanan. Dengan sinergi semua pihak, kami optimistis Pantai Manggar dan destinasi wisata lainnya dapat menjadi penggerak ekonomi lokal selama Nataru,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo