Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Likuiditas Perbankan Tetap Kuat, OJK Catat Risiko Kredit Terjaga

Raden Roro Mira Budi Asih • Senin, 15 Desember 2025 | 18:02 WIB
TUMBUH: Buy Now Pay Later tumbuh 21,03 persen pada Oktober 2025. Porsinya 0,31 persen dari total kredit.
TUMBUH: Buy Now Pay Later tumbuh 21,03 persen pada Oktober 2025. Porsinya 0,31 persen dari total kredit.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kondisi likuiditas industri perbankan nasional pada Oktober 2025 tetap berada pada level yang memadai, seiring dengan kualitas kredit yang relatif terjaga.

Kepala OJK Kaltim-Kaltara Parjiman menyampaikan, rasio Alat Likuid terhadap Non-Core Deposit (AL/NCD) tercatat sebesar 130,97 persen, sementara rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) berada di level 29,47 persen. Adapun Liquidity Coverage Ratio (LCR) tercatat sebesar 210,43 persen.

Selain itu, rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat 84,26 persen. Dari sisi kualitas kredit, rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) gross berada di level 2,25 persen, sedangkan NPL net relatif stabil 0,90 persen. “Loan at Risk tercatat menurun menjadi 9,41 persen dibandingkan bulan sebelumnya,” katanya.

Ketahanan perbankan juga tercermin dari permodalan yang kuat. Capital Adequacy Ratio (CAR) per Oktober 2025 tercatat 26,38 persen, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level 26,15 persen.

Di sisi lain, OJK mencatat porsi kredit Buy Now Pay Later (BNPL) perbankan 0,31 persen dari total kredit. Per Oktober 2025, baki debet kredit BNPL tumbuh 21,03 persen yoy menjadi Rp25,72 triliun, dengan jumlah rekening mencapai 30,99 juta dan NPL gross 2,50 persen. (*)

Editor : Ismet Rifani
#Parjiman #OJK Kaltim Kaltara #likuiditas perbankan