Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pastikan Keandalan Pasokan Listrik di Istana Negara, PLN Siapkan BESS 8 MW

Maria Irham • Rabu, 17 Desember 2025 | 19:02 WIB
Manager Unit Layanan Nusantara PT PLN Nusa Daya Asad Amaluddin saat memandu rombongan jurnalis yang melihat langsung fasilitas BESS 8 MW, Selasa (16/12).
Manager Unit Layanan Nusantara PT PLN Nusa Daya Asad Amaluddin saat memandu rombongan jurnalis yang melihat langsung fasilitas BESS 8 MW, Selasa (16/12).

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN- Melalui kegiatan site visit media, PT PLN (Persero) lewat Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) secara resmi memperkenalkan Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 8 megawatt (MW) yang telah hadir sejak Oktober 2025 di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN). 

Kehadiran sistem kelistrikan berteknologi tinggi yang dioperasikan oleh PLN Nusa Daya ini menjadi langkah strategis untuk menopang keandalan pasokan listrik khususnya di Istana Negara.

Dalam kunjungan yang diikuti sebanyak 25 jurnalis dari Balikpapan, Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Kaltimra, Darry Giovanno menjelaskan bahwa BESS 8 MW IKN merupakan inisasi bersama antara PLN UID Kaltimra dan PLN Nusa Daya, yang dirancang sebagai sistem cadangan otomatis yang akan bekerja saat terjadi gangguan pada jaringan transmisi.

“Fungsinya sebagai backup sistem kelistrikan dan menjaga keandalan pasokan listrik yang saat ini kami fokuskan di lokasi vital seperti Istana Negara. Bila terjadi gangguan pada sistem transmisi, BESS akan secara otomatis mengambil alih pasokan tanpa jeda, sehingga tidak terjadi pemadaman maupun kedip listrik,” jelas Darry, Selasa (16/12).

Darry menyebut kehadiran BESS 8 MW tidak mengubah struktur sistem kelistrikan yang telah terbangun sebelumnya. Di mana sistem kelistrikan di kawasan IKN maupun KIPP telah terintegrasi dengan jaringan kelistrikan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara melalui suplai transmisi gardu induk sistem atau Gas Insulated Switchgear (GIS) 4 IKN.

“Jadi secara sistem tidak ada perubahan, BESS hanya sebagai pengaman tambahan agar suplai listrik tetap stabil,” sebutnya.

Dengan kapasitas 8 MW, BESS dipastikan dapat menopang kebutuhan listrik di Istana Negara yang diperkiraan memiliki beban listrik sekitar 1 MW, dan mampu menyuplai hingga delapan jam. Rentang waktu tersebut dinilai cukup aman untuk menunggu proses normalisasi sistem kelistrikan utama.

 

Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Kaltimra, Darry Giovanno menjelaskan terkait fungsi BESS  8 MW yang berada di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.
Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Kaltimra, Darry Giovanno menjelaskan terkait fungsi BESS 8 MW yang berada di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.

Diketahui, BESS 8 MW IKN memiliki lima kontainer baterai penyimpanan listrik yang terbagi ke dalam dua klaster. Klaster pertama dengan 3 kontainer sementara klaster kedua dengan 2 kontainer. BESS ini juga dilengkapi Power Conversion System (PCS), Smart Transformer Station (STS), serta berbagai sistem pengaman, termasuk pemadam kebakaran otomatis dan sensor pemantauan kondisi baterai secara real time. Seluruh operasi BESS berjalan otomatis selama 24 jam dan dipantau melalui sistem kendali jarak jauh dari ruang kontrol PLTD Gunung Malang di Balikpapan.

Saat ini, BESS 8 MW IKN hanya difokuskan untuk mendukung keandalan listrik di Istana Negara, ke depan PLN berencana memperluas pemanfaatannya untuk mendukung fasilitas penting lainnya di kawasan IKN.

Dalam kunjungan itu, selain melihat langsung fasilitas BESS 8 MW IKN, seluruh awak media juga diajak mengunjungi Gas Insulated Switchgear (GIS) 4 IKN. (*) 

Editor : Ismet Rifani
#Darry Giovanno #BESS 8 MW untuk kawasan inti IKN #IKN 2025 #listrik andal PLN