Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Jadi Satu-satunya Wakil Kaltim di Bali Fashion Trend 2025, Anas Maghfur Boyong Koleksi Aroonaka Lundae, Terinspirasi Kucing Merah

Nasya Rahaya • Minggu, 21 Desember 2025 | 20:16 WIB

 

UKIR SEJARAH: Anas Maghfur jadi satu-satunya wakil Kaltim yang unjuk kebolehan di Bali Fashion Trend 2025 dengan koleksi “Aroonaka Lundae” yang terinspirasi Kucing Merah Kalimantan.
UKIR SEJARAH: Anas Maghfur jadi satu-satunya wakil Kaltim yang unjuk kebolehan di Bali Fashion Trend 2025 dengan koleksi “Aroonaka Lundae” yang terinspirasi Kucing Merah Kalimantan.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Industri kreatif Kaltim kembali mencatatkan prestasi di tingkat internasional. Adalah Anas Maghfur, desainer asal Bumi Etam yang tampil dalam ajang Bali Fashion Trend 2025, pada 18-21 Desember 2025.

Dalam evet fesyen internasional tersebut, dia menampilkan koleksi terbaru bertajuk Aroonaka Lundae di bawah label Aemtobe yang dikenal dengan pendekatan kontemporer terhadap wastra Nusantara.

Anas mengungkapkan, koleksi ini terinspirasi dari kucing merah Kalimantan (Marbled Cat), satwa endemik yang dilindungi dan kini terancam punah. Inspirasi tersebut diterjemahkan Anas ke dalam busana berbahan kain batik yang dipadukan dengan ornamen khas suku Dayak, dalam konsep kontemporer dan abstrak.

Adapun nama Aroonaka Lundae sendiri berasal dari perpaduan dua bahasa. Aroona atau Aruna dari bahasa Sanskerta yang bermakna cahaya merah jingga fajar, serta Lundae dari bahasa Dayak Kenyah yang berarti kucing.

“Perpaduan ini merepresentasikan semangat fajar yang terbit di rimba Kalimantan sekaligus simbol fauna penjaga ekosistem hutan,” terangnya.

Secara visual, koleksi ini menampilkan motif kucing merah yang diolah secara abstrak melalui pola marbled organik, goresan garis lembut dan permainan warna aruna yang berpadu dengan nuansa merah hutan dan anggrek hitam.

“Siluet busana dirancang asimetris dengan karakter maskulin modern, diperkaya sentuhan utilitarian dan detail layering,” sebutnya.

Dalam koleksi ini, Anas menghadirkan delapan busana dengan material utama batik dan wool polyester, serta eksplorasi warna multi color yang merefleksikan kekayaan alam Kalimantan.

Partisipasi Anas di Bali Fashion Trend 2025 menjadi bukti bahwa desainer asal Kaltim mampu bersaing di panggung internasional, sekaligus membawa pesan budaya dan isu konservasi lingkungan melalui industri fesyen.

Sebelumnya, Anas juga menghadirkan koleksi yang terinspirasi dari suasana senja di hutan Kalimantan bertajuk Senja Daram. Deretan busana tersebut ditampilkan dalam perhelatan Soerabaia Fashion Trend 2025, Sabtu (19/7).

Mengusung semangat kontemporer dengan akar budaya yang kuat, Anas membawa angin segar pada lanskap mode pria Indonesia dengan pendekatan estetika yang berani dan autentik.

Koleksi yang dirilis di bawah label Aemtobe itu mengusung delapan tampilan (look) busana pria dengan siluet asimetris, teknik pewarnaan batik abstrak dan aksen khas ornamen Dayak.

“Dalam hutan, senja itu tidak selalu datang dengan lembut. Ia hadir lewat bayangan, kontras dan permainan warna yang tidak terduga,” ujarnya. Nuansa itulah yang diterjemahkan ke dalam kain batik berpola kontemporer yang dipadukan dengan motif Dayak dalam detail aplikasi.

“Seluruh busana dalam koleksi ini menggunakan kain batik yang diproses dengan teknik pewarnaan khas abstrak kontemporer, lalu dipadukan dengan motif-motif Dayak yang disusun dalam detail aplikasi,” jelasnya. Koleksi ini menggunakan material kain batik dan wol poliester yang dinilai Anas ringan namun tetap tegas secara visual.

Tak lupa, Anas menggunakan aksesori penunjang dari Bengkok Draft dan Borneo Etnik memperkuat citra lokal sekaligus menambah karakter pada tampilan akhir. Selain membawa aspek estetika, koleksi ini juga menyuarakan pesan tentang harmoni antara tradisi dan inovasi.

Bahwa batik dan ornamen khas Kalimantan tidak hanya layak tampil dalam gelaran seni dan budaya, tetapi juga bisa menjadi bagian dari gaya hidup pria urban masa kini.

Anas menyebut, koleksi ini didesain untuk pria aktif, berpikiran terbuka dan berani tampil beda. Gaya asimetris menjadi kunci dari potongan yang dinamis dan fungsional. “Kami ingin menciptakan busana yang memberi kebebasan gerak, mencerminkan semangat eksplorasi seperti halnya senja yang menelusuri celah-celah rimba,” imbuhnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#industri kreatif #kaltim #bali fashion tren #samarinda #prestasi