KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Dunia dekorasi pernikahan di Balikpapan tak lepas dari nama Agus Triono. Pria yang pada November lalu dipercaya menjadi Ketua Asosiasi Pengusaha Dekorasi Indonesia (Aspedi) DPW Kalimantan Timur ini juga memulai langkahnya dari jalur yang tidak instan.
Usaha bernama Sae Decoration yang kini dikenal luas itu berawal dari pekerjaan sederhana, jauh sebelum industri pernikahan di Kota Minyak berkembang seperti sekarang.
Agus mengisahkan, usaha dekorasi yang ia rintis mulai berjalan sekitar 2017–2018. Saat itu, pasar yang digarap masih sebatas dekorasi ulang tahun dan acara kecil. Seiring waktu, permintaan berkembang ke intimate wedding hingga pernikahan berskala besar di gedung dan hotel.
“Sebenarnya saya sudah lama di dunia ini. Sejak 2008 saya bekerja di berbagai vendor besar, jadi sebelum buka usaha sendiri saya sudah paham betul ritme, tantangan dan risikonya,” ungkapnya.
Pengalaman panjang itu menjadi bekal penting ketika ia memutuskan membangun bisnis sendiri. Namun perjalanan tersebut tak selalu mulus. Pandemi Covid-19 menjadi ujian terberat bagi Agus dan banyak pelaku dekorasi lainnya. Seluruh agenda acara mendadak berhenti, sementara uang muka dari klien sudah terpakai untuk persiapan.
“Kami harus duduk bersama klien, bernegosiasi. Ada yang dananya dialihkan ke acara lebih kecil, ada juga yang dikembalikan sebagian. Banyak teman-teman bahkan sampai menjual aset demi tanggung jawab ke klien,” tuturnya.
Bagi Agus, kunci bertahan adalah komitmen dan sikap pantang menyerah. Ia menilai dunia dekorasi menuntut pelakunya untuk terus belajar dan mengikuti perkembangan.
Terlebih setelah pandemi dan munculnya berbagai kasus wedding organizer viral yang sempat mengguncang kepercayaan pasar. “Kalau tidak update dan tidak pegang komitmen, pasti tertinggal,” katanya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo