KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Konsep dekorasi pernikahan yang ditawarkan pelaku jasa dekorasi Balikpapan semakin modern dan berani, bahkan dinilai mampu bersaing dengan kota-kota besar di Indonesia.
Ketua Aspedi DPW Kalimantan Timur Agus Triono mengatakan, perubahan tersebut terlihat dari skala dekorasi, pemilihan properti, hingga keberanian klien dalam menentukan konsep.
“Sekarang dekorasi pernikahan di Balikpapan jauh lebih besar dan modern dibandingkan dulu. Dari sisi konsep, kita sudah tidak kalah dengan kota besar,” tuturnya.
Namun di balik kemajuan itu, pelaku usaha menghadapi tantangan berat. Persaingan harga menjadi persoalan utama, terutama dengan munculnya banyak pemain baru yang berani memasang tarif di bawah standar pasar.
“Perang harga ini cukup mengganggu. Paket yang seharusnya di angka Rp20 juta, bisa ditawarkan Rp15 juta. Sementara biaya operasional kami tinggi,” kata Agus.
Selain persaingan, tingginya biaya logistik dan properti juga menjadi tekanan tersendiri. Harga bunga premium, termasuk bunga artifisial, melonjak tajam hingga empat kali lipat, sementara ekspektasi klien sering kali tidak sebanding dengan anggaran yang disiapkan.
Kondisi ini membuat jumlah pelaku usaha dekorasi di Balikpapan justru menurun sekitar 10 persen. Banyak vendor lama memilih mundur karena kesulitan mengikuti tren dan tekanan biaya.
“Dulu zaman konsep rustic sekitar 2017–2018, banyak yang masuk ke bisnis dekorasi karena terlihat mudah. Sekarang orang sudah berpikir dua kali, karena modal besar, persaingan ketat dan margin makin tipis,” jelasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo