Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Balikpapan Tawarkan Potensi Besar di 2026, Kadin Ajak Dunia Usaha Jemput Peluang dari Status IKN

Ulil Mu'Awanah • Sabtu, 27 Desember 2025 | 15:05 WIB
PELUANG: Sektor UMKM seperti makanan dan jasa diyakini akan menjadi salah satu yang paling merasakan dampak perpindahan IKN.
PELUANG: Sektor UMKM seperti makanan dan jasa diyakini akan menjadi salah satu yang paling merasakan dampak perpindahan IKN.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Status Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) dinilai menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan secara serius oleh dunia usaha.

Ketua Kadin Balikpapan Noval Asfihani menegaskan, di tengah tekanan ekonomi dan kebijakan efisiensi, Balikpapan tidak bisa hanya bertahan di satu sektor, melainkan harus aktif menjemput peluang dari perkembangan IKN.

Ia juga melanjutkan, isu rencana Wakil Presiden berkantor di IKN tahun depan berpotensi mendorong arus masuk penduduk dan aktivitas ekonomi ke Balikpapan. Kondisi tersebut diyakini akan membawa efek berganda bagi berbagai sektor usaha.

“Kalau memang rencana itu terlaksana, otomatis akan banyak sekali orang masuk ke Balikpapan. Dengan banyaknya orang masuk, kebutuhan pasti meningkat dan itu peluang besar bagi pelaku usaha lokal,” ucapnya.

Ia menilai, sektor UMKM seperti makanan dan jasa akan menjadi salah satu yang paling merasakan dampaknya. Selain itu, sektor perhotelan juga berpotensi mendapatkan pasar baru di luar kegiatan pemerintahan, selama mampu menyesuaikan diri dengan kondisi dan kebutuhan pasar.

“Balikpapan ini bukan seperti Bali yang mengandalkan wisatawan asing. Kita harus kreatif melihat peluang dari pergerakan orang dan aktivitas ekonomi yang muncul karena IKN,” katanya.

Saat ini, Balikpapan memiliki lebih dari 80 hotel dengan tingkat persaingan yang ketat. Dalam situasi tersebut, Noval menekankan pentingnya kolaborasi dan semangat gotong royong antara pengusaha dan pelaku perhotelan agar ekonomi tetap bergerak.

“Kita selalu dorong gotong royong. Pengusaha jangan hanya menyimpan uang, tapi belanjakan dalam bentuk membuka usaha baru atau mengadakan kegiatan di hotel. Itu bisa membantu perputaran ekonomi,” ujarnya.

Di sisi lain, Kadin juga mendorong hotel untuk melakukan penyesuaian tarif agar lebih kompetitif. Penawaran diskon atau harga khusus dinilai dapat menarik lebih banyak kegiatan bisnis, sehingga tingkat hunian tetap terjaga meskipun ada efisiensi anggaran.

“Mungkin ratenya bisa di-adjust. Kalau pengusaha merasa harganya masuk akal, mereka mau bikin acara. Hotel juga tetap jalan, biaya operasional tertutupi,” jelas Noval.

Menurutnya, kunci menghadapi masa depan adalah keberanian keluar dari zona nyaman dan kemampuan beradaptasi. Diversifikasi sektor, kolaborasi lintas pelaku usaha, serta pemanfaatan momentum IKN menjadi strategi penting agar Balikpapan tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh.

“Kalau IKN benar-benar hidup, saya yakin dampaknya besar sekali. Populasi bertambah, kebutuhan meningkat, dan multiplier effect-nya akan terasa ke banyak sektor di Balikpapan,” tutup Noval. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#dunia usaha #Penyangga IKN #peluang usaha #2026 #balikpapan