Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pola Liburan Berubah, Pengusaha Hotel Mesti Cari Strategi Baru untuk Kerek Okupansi

Ulil Mu'Awanah • Minggu, 28 Desember 2025 | 19:20 WIB
SEPI: Kunjungan dari daerah-daerah sekitar belum cukup untuk mendongkrak tingkat hunian hotel di Balikpapan secara signifikan pada momen akhir tahun.
SEPI: Kunjungan dari daerah-daerah sekitar belum cukup untuk mendongkrak tingkat hunian hotel di Balikpapan secara signifikan pada momen akhir tahun.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Biasanya jelang akhir tahun, pasar utama perhotelan Balikpapan sebenarnya berasal dari wilayah sekitar seperti Penajam Paser Utara, Samarinda, Bontang, hingga Sangatta. Namun jumlah kunjungan dari daerah-daerah tersebut belum cukup untuk mendongkrak tingkat hunian hotel secara signifikan.

“Target Balikpapan itu kan sebenarnya dari Penajam dan sekitarnya, Samarinda, Bontang sampai Sangatta. Tapi sejauh ini belum bisa menutup kekosongan kamar,” ucap Direktur Operasional Platinum Hotel Indonesia Soegianto.

Kondisi ini membuat banyak pelaku hotel merasa heran. Pasalnya, hampir seluruh hotel telah menyiapkan berbagai program dan promo akhir tahun untuk menarik tamu. Platinum Hotel Indonesia sendiri juga telah menyiapkan rangkaian program khusus menyambut pergantian tahun.

“Semua teman-teman hotel hampir bikin program akhir tahun. Platinum juga bikin. Tapi tetap saja, untuk beberapa daerah masih sepi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, secara historis, hunian hotel biasanya terkonsentrasi pada dua hari utama, yakni malam tanggal 31 Desember dan 1 Januari. Pola ini masih terlihat, namun tidak sekuat tahun-tahun sebelumnya.

“Biasanya orang stay itu tanggal 31 dan 1. Ada juga yang mulai dari tanggal 30 sampai 31, lalu tanggal 1 sudah check out. Jadi biasanya cuma dua hari itu yang padat," ucapnya.

Berbeda dengan daerah wisata murni yang menikmati lonjakan okupansi sepanjang libur panjang. Soegianto mencontohkan kawasan wisata seperti Batu, Malang, Bandung, dan Bogor yang hampir selalu penuh sejak sebelum Natal hingga awal Januari.

“Kalau daerah pariwisata itu beda. Batu, Malang, Bandung, Bogor, biasanya dari tanggal 23 Desember sampai 5 Januari itu penuh terus. Libur panjangnya benar-benar terasa,” jelasnya.

Kondisi ini menunjukkan adanya pergeseran pola perjalanan masyarakat. Wisatawan kini lebih selektif memilih destinasi, dengan kecenderungan memusatkan liburan di kota-kota wisata populer dibandingkan kota bisnis atau kota penyangga.

Soegianto menilai, situasi ini menjadi catatan penting bagi pelaku industri perhotelan, khususnya di daerah seperti Balikpapan. Ke depan, hotel tidak hanya mengandalkan momentum libur panjang, tetapi juga perlu mencari strategi baru untuk menarik wisatawan, baik dari daerah sekitar maupun luar wilayah.

“Ini jadi evaluasi bersama. pola liburan masyarakat berubah, dan kita harus menyesuaikan diri. Tidak bisa lagi hanya berharap pada momentum akhir tahun,” pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#liburan #hunian hotel #akhir tahun #promo #pergantian tahun #PLATINUM #okupansi #balikpapan